Golongan atau kelompok yg menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi adalah..

Golongan atau kelompok yg menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi adalah

Jawaban 1 :

Golongan atau kelompok yang menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi disebut dengan kameralis.

Pembahasan
Administrasi merupakan sebuah istilah yang mempunyai sifat generik, dan mencakup semua bidang kehidupan. Maka dari itu banyak definisi yang membahas tentang administrasi. Seperti pada soal yang sedang dibahas kali ini, kameralis atau kameralisme merupakan salah satu aliran merkantilisme yang ada pada Jerman dan Austria. Aliran ini dikenal sejak abad ke 18. Selain itu, aliran kameralis digunakan juga untuk menyebut sistem politik yaitu sebagai monarki absolut. Jerman dann Austria lah yang menjadi salah satu negara yang mempunyai definisi tentang administrasi sendiri yakni Golongan yang menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi. Demikian jawaban yang kakak berikan, semoga membantu ya. Terimakasih

Dijawab Oleh :

Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.

Jawaban 2 :

Golongan atau kelompok yang menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi disebut dengan kameralis.

Dijawab Oleh :

Ahmad Hidayat, S. Pd.

Penjelasan :

Mengupas Konsep: Administrasi Sebagai Teknologi?

Sebelum kita menunjuk hidung siapa pelakunya, mari kita luruskan dulu maksud dari “administrasi sebagai teknologi”. Ini bukan berarti semua admin harus jago coding atau merakit komputer, ya.

Dalam konteks ini, teknologi diartikan sebagai “penerapan pengetahuan ilmiah untuk tujuan praktis”. Gampangnya begini: seperti seorang insinyur menggunakan ilmu fisika untuk membangun jembatan yang kokoh, seorang administrator menggunakan ilmu sosial dan manajemen untuk membangun organisasi yang “kokoh” dan berjalan lancar.

Baca Juga:  Alat yang digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik pada sebuah rangkaian listrik tertutup

Jadi, administrasi sebagai teknologi berarti melihatnya sebagai seperangkat metode, prosedur, teknik, dan alat yang dapat dipelajari, diterapkan, dan disempurnakan untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan spesifik. Ini mengubah administrasi dari sekadar “seni” atau kebiasaan menjadi sebuah “ilmu terapan”.

Siapakah Mereka? Mengidentifikasi Kelompok Pendukung

Nah, sekarang kita sampai ke pertanyaan utamanya. Golongan atau kelompok yang menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi yaitu para penganut aliran manajemen modern dan administrasi publik kontemporer.

Ini bukan satu kelompok tunggal dengan nama resmi, melainkan sebuah payung besar yang menaungi berbagai mazhab atau sekolah pemikiran yang memiliki benang merah yang sama. Mereka percaya bahwa prinsip-prinsip administrasi bisa dirumuskan secara universal dan diterapkan secara sistematis layaknya sebuah teknologi. Mari kita bedah beberapa di antaranya.

Para Pelopor Manajemen Ilmiah

Kalau kita telusuri akarnya, gagasan ini dimulai dari bapak manajemen ilmiah, Frederick Winslow Taylor. Pada awal abad ke-20, Taylor merasa gemas dengan cara kerja pabrik yang serampangan dan tidak efisien.

Ia kemudian mengusulkan pendekatan “ilmiah” untuk manajemen. Taylor dan para pengikutnya percaya ada “satu cara terbaik” (one best way) untuk melakukan setiap pekerjaan. Mereka melakukan studi gerak dan waktu (time and motion studies) untuk menemukan cara paling efisien dalam produksi. Bagi mereka, manajemen adalah sebuah teknologi untuk memaksimalkan produktivitas.

Sekolah Pengambilan Keputusan (Decision-Making School)

Bergeser sedikit ke pertengahan abad ke-20, kita bertemu dengan Herbert A. Simon, seorang peraih Nobel Ekonomi. Simon memandang organisasi sebagai sistem pemrosesan informasi dan pengambilan keputusan.

Menurutnya, esensi dari administrasi adalah proses membuat keputusan yang rasional. Karena keterbatasan manusia (bounded rationality), kita butuh “teknologi” berupa struktur, aturan, dan alur informasi yang jelas untuk membantu kita membuat keputusan terbaik. Jadi, struktur organisasi dan SOP (Standar Operasional Prosedur) adalah bentuk teknologi administrasi.

Baca Juga:  Memetik buah mangga termasuk gerak​

Gerakan New Public Management (NPM)

Pada era yang lebih modern, sekitar tahun 1980-an hingga 1990-an, muncul gerakan New Public Management (NPM). Gerakan ini sangat vokal dalam mempromosikan ide administrasi sebagai teknologi, terutama di sektor publik atau pemerintahan.

Para penganut NPM berpendapat bahwa birokrasi pemerintah yang lamban bisa diperbaiki dengan mengadopsi “teknologi” manajemen dari sektor swasta. Konsep seperti pengukuran kinerja (KPI), orientasi pada pelanggan (masyarakat), dan kompetisi antar-lembaga adalah contoh penerapan teknologi manajemen untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas layanan publik.

Mengapa Pandangan Ini Penting? Alasan di Balik Perspektif Teknologi

Mungkin kamu bertanya, “Memangnya apa untungnya melihat administrasi sebagai teknologi?” Ternyata, cara pandang ini membawa dampak yang sangat besar. Memahami alasan di baliknya membantu kita mengerti mengapa golongan atau kelompok yang menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi yaitu kaum modernis begitu yakin dengan gagasannya.

Fokus pada Efisiensi dan Efektivitas

Ketika kita melihat administrasi sebagai teknologi, fokusnya langsung bergeser. Tujuannya bukan lagi sekadar mengikuti prosedur demi prosedur, melainkan mencapai hasil yang diinginkan (efektivitas) dengan sumber daya seminimal mungkin (efisiensi). Ini mendorong inovasi terus-menerus untuk menemukan cara kerja yang lebih baik.

Administrasi Menjadi Universal dan Dapat Diajarkan

Jika administrasi adalah sebuah teknologi, maka prinsip-prinsipnya bisa dipelajari, diajarkan, dan diterapkan di berbagai jenis organisasi, baik itu perusahaan, pemerintah, maupun organisasi nirlaba. Inilah cikal bakal lahirnya program studi seperti Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, dan Manajemen di universitas. Administrasi bukan lagi bakat bawaan, melainkan keahlian yang bisa diasah.

Implikasi dalam Praktik

Pandangan ini melahirkan banyak alat dan praktik yang kita gunakan sekarang, seperti:

  • Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP): Perangkat lunak yang mengintegrasikan semua proses bisnis.
  • Manajemen Proyek: Metodologi seperti Agile atau Scrum untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.
  • Analisis Data: Penggunaan data untuk membuat keputusan yang lebih akurat dan strategis.
  • Standard Operating Procedure (SOP): Dokumen yang memastikan konsistensi dan kualitas kerja.
Baca Juga:  Filosofi pendidikan menurut ki hajar dewantara adalah

Kritik dan Pandangan Alternatif

Tentu saja, tidak semua orang setuju. Ada kritik yang mengatakan bahwa pandangan ini terlalu mekanistik dan dehumanisasi. Mereka berpendapat bahwa organisasi bukan mesin, melainkan kumpulan manusia dengan emosi, budaya, dan politik internal yang kompleks.

Pandangan alternatif, seperti aliran Hubungan Manusiawi (Human Relations School), lebih menekankan pentingnya faktor psikologis dan sosial dalam organisasi. Mereka berargumen bahwa motivasi dan kepuasan kerja karyawan tidak bisa dipecahkan hanya dengan “teknologi” efisiensi.

Jadi, Golongan atau Kelompok yang Menyatakan Bahwa Administrasi Adalah Teknologi Yaitu… Sebuah Penegasan

Untuk menegaskan kembali, golongan atau kelompok yang menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi yaitu sebuah koalisi pemikiran yang luas, mencakup para penganut Manajemen Ilmiah, Sekolah Pengambilan Keputusan, hingga para pendorong New Public Management.

Mereka disatukan oleh keyakinan bahwa administrasi adalah sebuah ilmu terapan yang sistematis, rasional, dan berorientasi pada pemecahan masalah. Mereka melihat prosedur, struktur, dan sistem manajemen sebagai alat—sebuah teknologi—untuk mengarahkan upaya manusia menuju pencapaian tujuan bersama secara efektif dan efisien.

Kesimpulan

Pada akhirnya, memahami siapa golongan atau kelompok yang menyatakan bahwa administrasi adalah teknologi yaitu para pemikir manajemen modern, membuka mata kita terhadap evolusi ilmu administrasi itu sendiri. Pandangan ini telah berhasil mengubah administrasi dari sekadar tumpukan berkas menjadi sebuah disiplin ilmu yang dinamis dan penuh inovasi.

Meskipun memiliki kritik, perspektif ini telah memberikan kita banyak alat yang sangat berguna untuk mengelola organisasi di dunia yang semakin kompleks. Jadi, lain kali kamu melihat sebuah sistem administrasi yang berjalan mulus dan efisien, ingatlah bahwa di baliknya ada sebuah “teknologi” yang dirancang dengan cermat, hasil dari pemikiran para penganut administrasi sebagai ilmu terapan.

Tinggalkan komentar