Allah Swt. meridai agama Islam. Agama Islam adalah agama yang paling sempurna.

Allah Swt. meridai agama Islam. Agama Islam adalah agama yang paling sempurna. Islam mengajar- kan umatnya untuk berbuat baik dan menjauhi larangan Allah Swt.. Di bawah ini kalimat yang sesuai pernyataan di atas adalah …. HOTS a. Islam datang ketika Rasulullah saw. lahir di Makkah b. termasuk kandungan Surah al- Ma’idah ayat 2 C. semua orang beragama Islam d. termasuk kandungan Surah al- Ma’idah ayat 3​

Jawaban 1 : 

awabannya D, hal tersebut terkandung dalam Surat Al Maidah ayat 3

Dijawab Oleh : 

Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.

Jawaban 2 : 

 D, hal tersebut terkandung dalam Surat Al Maidah ayat 3

Dijawab Oleh : 

Ahmad Hidayat, S. Pd.

Penjelasan :

Memahami Klaim Kesempurnaan dan Keridaan Allah

Klaim bahwa Islam adalah agama yang sempurna bukanlah sebuah arogansi, melainkan sebuah penegasan yang bersumber dari wahyu ilahi. Kesempurnaan ini memiliki arti bahwa ajaran Islam bersifat universal dan relevan sepanjang zaman, mampu menjawab segala problematika kehidupan manusia, baik yang bersifat spiritual, sosial, ekonomi, maupun politik.

Konsep ini menjadi inti dari keyakinan seorang Muslim. Ketika seorang hamba meyakini bahwa agamanya telah sempurna, ia akan merasa tenang dan percaya diri dalam menjalankan setiap syariatnya. Ia tidak akan mencari-cari panduan hidup dari sumber lain karena meyakini bahwa semua yang dibutuhkan telah tersedia di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pada hakikatnya, Islam adalah agama yang Allah sempurnakan, dan Allah sendiri yang memberikan garansi atas kebenarannya.

Baca Juga:  1. berikut yang merupakan hak anak di sekolah adalah....

Fondasi Utama: Surah Al-Ma’idah Ayat 3

Untuk menjawab pertanyaan mengenai dasar dari pernyataan kesempurnaan Islam, kita harus merujuk langsung kepada firman Allah Swt. di dalam Al-Qur’an. Jawaban yang paling tepat dan definitif terdapat dalam salah satu ayat yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam sejarah Islam.

Konteks Penurunan Ayat (Asbabun Nuzul)

Ayat ini tidak turun dalam situasi biasa. Ia diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. pada momen yang sangat monumental, yaitu ketika beliau sedang melaksanakan Haji Wada’ (Haji Perpisahan). Tepatnya pada hari Jumat, saat wukuf di Padang Arafah. Momen ini menandakan bahwa risalah kenabian telah mendekati akhir dan misi dakwah Rasulullah saw. telah tuntas.

Penurunan ayat ini di hadapan ribuan sahabat menjadi sebuah proklamasi agung dari Allah Swt. bahwa tugas Rasulullah saw. dalam menyampaikan agama ini telah selesai dengan sempurna. Tidak ada lagi wahyu berupa hukum atau syariat baru yang akan turun setelahnya.

Bunyi dan Terjemahan Ayat

Fokus utama kita adalah pada bagian spesifik dari Surah Al-Ma’idah ayat 3. Allah Swt. berfirman:

“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu…” (QS. Al-Ma’idah: 3)

Potongan ayat ini mengandung tiga pilar deklarasi yang sangat kuat dan jelas, yang menjadi jawaban langsung atas pernyataan dalam soal.

Makna Mendalam di Balik Tiga Deklarasi

Ayat ini merangkum esensi dari misi Islam. Mari kita bedah tiga deklarasi penting di dalamnya:

  1. “Telah Aku sempurnakan untukmu agamamu”: Kalimat ini adalah penegasan bahwa seluruh prinsip, hukum, akidah, dan panduan moral dalam Islam telah lengkap. Tidak ada lagi ruang untuk inovasi (bid’ah) dalam urusan pokok agama. Hal ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang Allah sempurnakan, dan Allah telah menutup pintu kenabian setelah Nabi Muhammad saw.
  2. “Telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu”: Nikmat terbesar yang Allah berikan kepada umat manusia adalah nikmat Islam itu sendiri. Dengan disempurnakannya agama ini, maka nikmat hidayah dan panduan hidup pun telah mencapai puncaknya.
  3. “Telah Aku ridai Islam sebagai agamamu”: Inilah segel pengesahan tertinggi. Keridaan (ridha) Allah adalah tujuan akhir setiap hamba. Ayat ini secara eksplisit menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya jalan hidup (dien) yang diterima dan diridai di sisi-Nya.
Baca Juga:  Rangkuman kisah uwais al qarni Plisss tolong di jawab sekarang soalnya pengen di kumpulin

Dengan demikian, jelas bahwa kalimat yang paling sesuai untuk mendukung pernyataan “Islam adalah agama yang paling sempurna dan diridai Allah” adalah kandungan dari Surah Al-Ma’idah ayat 3.

Menganalisis Pilihan Lainnya: Mengapa Tidak Tepat?

Untuk memahami secara komprehensif (HOTS), penting untuk menganalisis mengapa pilihan jawaban lainnya kurang atau tidak tepat sebagai landasan utama dari pernyataan tersebut.

Pilihan a: Islam Datang Ketika Rasulullah Lahir

Pernyataan ini secara historis tidak akurat. Islam sebagai ajaran untuk berserah diri kepada Tuhan Yang Esa telah ada sejak zaman Nabi Adam a.s. Adapun syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. dimulai ketika beliau diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun, bukan sejak kelahirannya di Makkah.

Pilihan b dan c: Kandungan Surah al-Ma’idah Ayat 2 dan Klaim Universal

Mari kita analisis dua pilihan ini secara terpisah untuk melihat mengapa keduanya tidak menjadi jawaban yang paling sesuai.

Analisis Surah al-Ma’idah Ayat 2

Ayat ke-2 dari Surah Al-Ma’idah berisi perintah untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, serta larangan untuk tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Meskipun ayat ini adalah bagian dari ajaran Islam yang mulia—mengajarkan berbuat baik—ia tidak secara langsung menyatakan tentang kesempurnaan atau keridaan Allah terhadap Islam sebagai sebuah sistem agama yang paripurna.

Analisis Klaim “Semua Orang Beragama Islam”

Pernyataan ini secara faktual salah. Realitas di dunia menunjukkan keberagaman agama dan keyakinan. Al-Qur’an sendiri mengakui adanya pemeluk agama lain dan menegaskan prinsip fundamental, “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam)” (QS. Al-Baqarah: 256).

Implikasi Keyakinan pada Kesempurnaan Islam

Memahami dan meyakini bahwa Islam adalah agama yang Allah sempurnakan, dan Allah sendiri yang meridainya, membawa implikasi besar dalam kehidupan seorang Muslim. Keyakinan ini melahirkan rasa syukur yang mendalam atas nikmat hidayah yang tak ternilai harganya.

Baca Juga:  Berikut yang bukan dari prinsip dalam membuat pertanyaan refleksi adalah

Kepercayaan ini juga menumbuhkan sikap istiqamah atau konsisten dalam beragama. Seorang Muslim tidak akan mudah goyah atau terpengaruh oleh ideologi lain karena ia yakin bahwa panduan hidupnya sudah lengkap dan berasal dari sumber yang paling benar. Ia akan menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai filter utama dalam menyikapi segala perkembangan zaman.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis mendalam terhadap Al-Qur’an, dapat disimpulkan dengan pasti bahwa pernyataan “Allah Swt. meridai agama Islam. Agama Islam adalah agama yang paling sempurna” berlandaskan secara langsung pada kandungan Surah Al-Ma’idah ayat 3. Ayat ini merupakan deklarasi final dari Allah Swt. yang diturunkan pada momen bersejarah Haji Wada’, menegaskan tiga hal pokok: kesempurnaan agama, kecukupan nikmat, dan keridaan Allah terhadap Islam.

Pilihan jawaban lainnya, meskipun beberapa di antaranya mengandung kebenaran parsial tentang ajaran Islam, tidak ada yang secara eksplisit dan sekuat Surah Al-Ma’idah ayat 3 dalam mendukung klaim kesempurnaan dan keridaan ilahi. Memahami hal ini bukan hanya penting untuk menjawab soal, tetapi juga untuk memperkuat fondasi keimanan setiap Muslim terhadap agamanya.

Tinggalkan komentar