Motif pada batik tulis lasem berbentuk

Motif pada batik tulis lasem berbentuk
a.hewan
b.geometris
c.tumbuhan

Jawaban 1 :

Motif pada batik tulis lasem berbentuk B. Geometris.

Pembahasan
Ada banyak jenis motif batik, dari batik modern hingga batik Indonesia, tetapi kebanyakan motif batik memiliki bunga. Batik Indonesia ditetapkan sebagai teknik holistik dan pengembangan pola dan budaya terkait dengan UNESCO. Selain itu keragaman warna corak batik ini juga merupakan wujud keindahan corak batik di jagad raya. Motif Russem berbentuk batik. Pekalongan solo lasem tenun ikat atbm batik tulis tangan eksklusif sutra alam. Batik mudah dikenali dari kombinasi warna dan corak yang dihasilkan lintas budaya. Lasem dan Cirebon merupakan beberapa daerah yang menjual batik tulis dengan harga lebih murah dan berkualitas. Selain corak tersebut, ada beberapa nama corak batik Lasem yang terkenal, seperti Watu Patah Naga, Kricak, Ceplok, Sekar Jagat, Kawung, Lerek, Sekar, Sekar dan Bulan. Pola pola batik ini mirip dengan gambar peta.

Dijawab Oleh :

Noor Sjahid, S. Pd. M.Pd.

Jawaban 2 :

B. Geometris.

Dijawab Oleh :

Dr. Wawan Suherman, S. Pd. M.Pd.

Penjelasan :

Mengupas DNA Batik Lasem: Perpaduan Dua Dunia

Untuk memahami motifnya, kita harus sedikit menengok ke belakang. Sejarah Lasem tak bisa dilepaskan dari peran saudagar dan pendatang dari Tiongkok berabad-abad lalu. Mereka tidak hanya berdagang, tetapi juga menetap, berkeluarga, dan membawa serta budayanya yang kaya.

Baca Juga:  Bagaimana tahap tahapan-tahapan penyelenggaraan pameran karya seni rupa

Akulturasi ini meresap ke dalam setiap sendi kehidupan, termasuk seni membatik. Para pembatik Lasem, yang mayoritas adalah keturunan Tionghoa dan Jawa, secara alami menuangkan kisah perpaduan ini ke atas kain. Inilah yang membuat motif pada batik tulis lasem berbentuk cerminan dari identitas kota itu sendiri: Jawa dalam teknik, Tionghoa dalam simbolisme.

Jadi, Motif pada Batik Tulis Lasem Berbentuk Apa Saja?

Singkatnya, motif Batik Lasem adalah sebuah fusion atau perpaduan. Jika Anda membentangkan selembar kainnya, Anda akan menemukan bahwa motif pada batik tulis lasem berbentuk kombinasi dari tiga elemen utama: tumbuhan (flora), hewan (fauna), dan geometris. Ketiganya sering kali hadir bersamaan dalam satu desain, menciptakan narasi visual yang kompleks dan menarik.

Tidak ada dominasi mutlak dari satu jenis motif. Sebaliknya, yang ada adalah dialog artistik antara naga Tiongkok yang meliuk di antara sulur-sulur bunga khas pesisiran Jawa, dibingkai oleh pola-pola geometris yang menenangkan.

Flora: Keindahan Alam Pesisir dalam Goresan Canting

Motif tumbuhan menjadi salah satu pilar utama dalam Batik Lasem. Corak ini sering kali terinspirasi dari keindahan alam sekitar dan memiliki makna filosofis yang mendalam.

  • Bunga Tiga Negeri: Meskipun sering diasosiasikan dengan beberapa kota, Lasem adalah salah satu produsen utamanya. Motif ini menampilkan perpaduan bunga yang diwarnai dengan tiga warna khas (merah, biru, dan sogan), melambangkan akulturasi tiga budaya: Tionghoa (merah), Belanda (biru), dan Jawa (sogan).
  • Sekar Jagad: Motif ini diadaptasi dengan sentuhan Lasem. Berbeda dari Sekar Jagad keraton, versi Lasem sering kali lebih bebas dengan isian motif khas Tionghoa di dalam petak-petaknya.
  • Kricak / Watu Pecah: Motif unik ini terinspirasi dari batu-batu kerikil atau pecah. Pola ini melambangkan keteguhan hati dan semangat pantang menyerah masyarakat Lasem.
  • Bunga Teratai (Lotus): Bunga ini adalah simbol penting dalam budaya Tionghoa, melambangkan kesucian, keindahan, dan pencerahan.
Baca Juga:  Seni tradisional khas jawa timur adalah

Fauna: Simbol Kekuatan dan Keberuntungan

Inilah bagian yang paling mencolok dan sering kali menjadi identitas Batik Lasem. Penggambaran hewan-hewan mitologis dari budaya Tionghoa dieksekusi dengan sangat detail dan artistik.

Memang benar, motif pada batik tulis lasem berbentuk hewan sering kali membawa makna mendalam. Naga melambangkan kekuasaan dan perlindungan, sementara Burung Hong (Fenghuang/Phoenix) adalah simbol keanggunan, kebajikan, dan kebahagiaan dalam pernikahan. Selain itu, ada juga motif Kupu-kupu yang melambangkan kebahagiaan dan cinta abadi.

Geometris: Pola Klasik yang Menjadi Latar

Meskipun tidak selalu menjadi bintang utama, motif geometris memegang peranan penting sebagai pengisi latar (isen-isen) atau sebagai bingkai yang mempertegas motif utama. Pola ini sering kali merupakan warisan dari gaya batik Jawa klasik.

Pola seperti garis-garis tipis, titik-titik (cecek), atau bentuk wajik sederhana sering digunakan untuk memberikan tekstur dan kedalaman pada desain. Kehadiran pola geometris ini menyeimbangkan motif flora dan fauna yang dinamis, menciptakan komposisi yang seimbang dan enak dipandang.

Harmoni dalam Perbedaan: Kunci Keindahan Batik Lasem

Keajaiban sesungguhnya dari Batik Lasem adalah bagaimana para senimannya mampu menggabungkan semua elemen yang berbeda ini menjadi sebuah karya yang kohesif. Naga yang gagah bisa saja dikelilingi oleh rumpun bambu dan bunga peoni yang lembut, dengan latar belakang pola kricak yang khas.

Akulturasi dalam Selembar Kain

Setiap goresan canting di atas kain Lasem adalah cerita tentang toleransi dan akulturasi. Perpaduan motif ini bukan sekadar tempelan, melainkan sebuah dialog visual. Ini menunjukkan bagaimana dua kebudayaan besar bisa hidup berdampingan dan saling memperkaya, menghasilkan sesuatu yang baru dan orisinal. Jadi, ketika kita melihat motif pada batik tulis lasem berbentuk campuran, kita sebenarnya sedang melihat sejarah Lasem itu sendiri.

Baca Juga:  Batik dapat dijadikan karya seni rupa murni dengan cara

Warna yang Bercerita

Selain motif, warna juga menjadi ciri khas yang tak terpisahkan. Warna merah menyala yang dikenal sebagai merah getih pitik (darah ayam) adalah identitas utama Batik Lasem. Warna ini berasal dari sari akar mengkudu dan merupakan simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan semangat dalam budaya Tionghoa.

Pengaruh Tiongkok yang Kuat

Selain merah, warna-warna cerah lain seperti biru, hijau, dan ungu juga sering digunakan. Palet warna yang berani ini sangat dipengaruhi oleh estetika Tionghoa yang menyukai warna-warna cerah dan simbolik.

Sentuhan Klasik Jawa

Meskipun warnanya cerah, Lasem juga masih mempertahankan warna-warna klasik batik Jawa seperti sogan (cokelat) dan hitam. Penggunaan warna ini sering kali menjadi penyeimbang dan memberikan sentuhan kehangatan khas Jawa pada kain.

Memilih Motif Batik Lasem yang Tepat untuk Anda

Dengan keragaman motif yang begitu kaya, memilih Batik Lasem bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Anda bisa memilih berdasarkan estetika visual yang paling Anda sukai atau berdasarkan makna filosofis di baliknya.

Jika Anda mencari simbol kekuatan dan kepemimpinan, motif Naga bisa menjadi pilihan. Untuk perayaan cinta atau pernikahan, motif Burung Hong atau Kupu-kupu sangatlah cocok. Sementara itu, motif Tiga Negeri atau Sekar Jagad cocok untuk Anda yang menghargai keindahan dan keberagaman.

Kesimpulan

Jadi, kembali ke pertanyaan awal: motif pada batik tulis lasem berbentuk apa? Jawabannya adalah sebuah mahakarya kolaboratif. Ia berbentuk tumbuhan yang indah, hewan mitologis yang gagah, sekaligus pola geometris yang menenangkan. Tidak ada jawaban tunggal, karena esensi Batik Lasem adalah perpaduan dan harmoni.

Kekayaan motif ini adalah cerminan dari sejarah panjang akulturasi budaya antara etnis Tionghoa dan Jawa di pesisir utara. Setiap helai kainnya bukan hanya sekadar busana, tetapi juga sebuah kanvas yang menceritakan kisah toleransi, kreativitas, dan keindahan yang lahir dari perbedaan. Dengan memahami keragaman motifnya, kita tidak hanya mengapresiasi seninya, tetapi juga menghargai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Tinggalkan komentar