Tuliskan hadits tentang Ridho allah tergantung kepada keridhoan orangtua

Tuliskan hadits tentang Ridho allah tergantung kepada keridhoan orangtua

Jawaban 1 :

Tulisan dari lafadz hadis yang menjelaskan bahwa ridha Allah salah satunya tergandung dari ridha kedua orang tua menggunakan huruf hijaiyah adalah رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ. Lafadz hadis رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ merupakan salah satu hadis qauliyah ( hadis yang bersumber atau disandarkan kepada perkataan atau ucapan Nabi Muhammad) yang diriwayatkan oleh imam Tirmidhi. Hadis tersebut menjelasan mengenai sangat penting selalu berbuat baik kepada kedua orang tua yaitu kepada ibu dan ayah, sehingga mendapat ridha dari kedua orang tua dalam menjalani kehidupan dan membuat kita lebih mudah untuk mendapat ridha Allah.

Pembahasan
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendapat ridha dari kedua orang tua seperti berbakti kepada kedua orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu bagian dari sifat terpuji yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa sumber ajaran umat islam yang menyebutkan perilaku berbakti kepada kedua orang tua dengan sebutan birrul walidain. Salah satu ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang berbakti kepada kedua orang tau adalah firman Allah yang terdapat di dalam Surah An Nisa ayat yang ke 36.

Birrul walidain bagi umat islam yang sudah mukallaf ( yaitu umat islam yang sudah baligh dan dalam keadaan berakal) hukumnya adalah wajib ‘ain. Sehingga birrul walidain termasuk amalan yang Allah wajibkan kepada setiap individu yang sudah mukallaf tanpa terkecuali. Seseorang yang berperilaku dengan perilaku birrul walidain akan mendapat pahala dan balasan yang baik dari Allah, sedangkan sebaliknya seseorang yang tidak berperilaku dengan perilaku birrul walidain akan mendapat dosa dan adzab dari Allah.

Dijawab Oleh :

Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.

Jawaban 2 :

Tulisan dari lafadz hadis yang menjelaskan bahwa ridha Allah salah satunya tergandung dari ridha kedua orang tua menggunakan huruf hijaiyah adalah رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ. Lafadz hadis رِضَا اللَّهِ فِـيْ رِضَا الْوَالِدَيْـنِ، و سخط اللَّهِ فِـيْ سخط الْوَالِدَيْنِ merupakan salah satu hadis qauliyah ( hadis yang bersumber atau disandarkan kepada perkataan atau ucapan Nabi Muhammad) yang diriwayatkan oleh imam Tirmidhi. Hadis tersebut menjelasan mengenai sangat penting selalu berbuat baik kepada kedua orang tua yaitu kepada ibu dan ayah, sehingga mendapat ridha dari kedua orang tua dalam menjalani kehidupan dan membuat kita lebih mudah untuk mendapat ridha Allah.

Baca Juga:  Bermalam di Muzdalifah adalah salah satu bagian dari....haji​

Dijawab Oleh :

Ahmad Hidayat, S. Pd.

Penjelasan :

Hadits Pokok: Sumber Utama Keterkaitan Ridho Allah dan Orang Tua

Landasan utama dari konsep ini bersumber dari sebuah hadits shahih yang menjadi pegangan bagi setiap Muslim. Hadits ini secara tegas dan jelas mengikat antara ridho Allah dengan ridho orang tua, serta murka Allah dengan murka orang tua.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

رضى الرب في رضى الوالد، وسخط الرب في سخط الوالد

Artinya: “Ridho Rabb (Allah) bergantung pada ridho kedua orang tua, dan murka Rabb (Allah) bergantung pada murka kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Hadits ini menjadi fondasi yang kokoh, menunjukkan betapa krusialnya posisi orang tua dalam perjalanan spiritual seorang anak. Kalimatnya yang singkat namun padat makna menegaskan bahwa jalan menuju keridhoan Ilahi tidak dapat dipisahkan dari upaya meraih keridhoan ayah dan ibu.

Makna Mendalam di Balik Prinsip “Ridho Orang Tua Ridho Allah”

Mengapa Islam menempatkan keridhoan orang tua pada posisi yang begitu tinggi? Terdapat beberapa hikmah dan makna mendalam yang bisa kita renungi dari prinsip agung ridho orang tua ridho allah.

Baca Juga:  Dari atas sampe bawah rasanya sama? empat huruf​

Orang Tua sebagai Pintu Menuju Surga

Rasulullah SAW dalam hadits lain menyebut orang tua sebagai “pintu surga yang paling tengah”. Ini adalah sebuah metafora yang sangat kuat, menggambarkan bahwa berbakti kepada mereka adalah jalan pintas dan paling utama untuk meraih surga-Nya.

Menjaga pintu ini berarti senantiasa berbuat baik, melayani, dan membahagiakan mereka. Sebaliknya, menyia-nyiakan atau bahkan merusaknya dengan durhaka berarti menutup salah satu kesempatan terbaik untuk masuk ke dalam surga Allah SWT.

Cerminan Ketaatan kepada Perintah Allah

Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) bukanlah sekadar norma sosial atau balas budi, melainkan sebuah perintah langsung dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, perintah untuk berbuat baik kepada orang tua seringkali disandingkan langsung setelah perintah untuk menyembah Allah semata.

Allah berfirman dalam Surah Al-Isra’ ayat 23:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya…”

Dengan demikian, ketika seorang anak berusaha mendapatkan ridho orang tuanya, pada hakikatnya ia sedang menjalankan salah satu perintah terbesar dari Allah. Ketaatan inilah yang pada akhirnya mendatangkan ridho-Nya.

Ujian Keikhlasan dan Kesabaran

Hubungan dengan orang tua adalah ladang ujian. Merawat mereka di usia senja, menahan diri dari berkata kasar saat berbeda pendapat, dan mendahulukan kebutuhan mereka di atas keinginan pribadi adalah bentuk ujian kesabaran dan keikhlasan yang nyata.

Ketika seorang anak berhasil melalui ujian ini dengan niat tulus karena Allah, ia tidak hanya mendapatkan ridho orang tuanya, tetapi juga membuktikan kualitas imannya di hadapan Allah. Inilah esensi dari keterkaitan ridho orang tua ridho allah.

Implementasi Praktis: Cara Meraih Ridho Orang Tua

Mengetahui pentingnya ridho orang tua adalah satu hal, namun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah tantangan sesungguhnya. Berikut adalah beberapa cara praktis untuk meraih keridhoan mereka.

Dalam Perkataan dan Sikap Sehari-hari

Cara kita berkomunikasi dan bersikap adalah cerminan langsung dari bakti kita. Upaya meraih ridho mereka dimulai dari hal-hal yang sering dianggap sepele namun berdampak besar.

Baca Juga:  Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka

Bertutur Kata yang Lembut

Al-Qur’an secara spesifik melarang kita untuk mengatakan “ah” (perkataan yang menunjukkan kejengkelan) dan memerintahkan untuk mengucapkan qaulan karima (perkataan yang mulia). Hindari nada tinggi, membentak, atau memotong pembicaraan mereka. Gunakanlah panggilan yang penuh hormat dan kasih sayang.

Menunjukkan Kerendahan Hati

Kerendahan hati atau tawadhu’ di hadapan orang tua adalah kunci. Ini dapat diwujudkan dengan:

  • Mendengarkan nasihat mereka dengan saksama.
  • Tidak merasa lebih pintar atau lebih hebat meskipun memiliki pendidikan atau status sosial yang lebih tinggi.
  • Mencium tangan mereka sebagai tanda hormat.
  • Selalu mendoakan kebaikan untuk mereka, baik di hadapan maupun di belakang mereka.

Ketika Orang Tua Telah Tiada

Bakti seorang anak tidak berhenti hanya karena orang tuanya telah wafat. Upaya untuk membuat mereka ridho tetap bisa dilanjutkan, yang mana pahalanya akan terus mengalir kepada mereka di alam barzakh. Caranya antara lain:

  • Mendoakan mereka: Memohon ampunan dan rahmat untuk keduanya adalah hadiah terbaik.
  • Melunasi utang-utang mereka: Baik utang materi maupun janji yang belum tertunaikan.
  • Menyambung silaturahmi: Menjaga hubungan baik dengan kerabat dan sahabat dekat orang tua.
  • Bersedekah atas nama mereka: Pahala dari sedekah ini akan sampai kepada mereka dan menjadi pemberat timbangan kebaikan.

Keberkahan Hidup sebagai Buah dari Ridho Orang Tua

Mengejar ridho orang tua ridho allah bukan hanya tentang balasan di akhirat. Keberkahan dari amalan ini juga akan sangat terasa dalam kehidupan di dunia. Anak yang berbakti akan mendapati urusannya dimudahkan, rezekinya dilapangkan, dan hatinya diberikan ketenangan.

Doa tulus dari orang tua yang ridho adalah doa yang mustajab. Doa inilah yang akan menjadi perisai dan pendorong kesuksesan seorang anak dalam setiap langkah kehidupannya. Keberkahan ini adalah bukti nyata bahwa ketika kita memuliakan orang tua, Allah SWT pun akan memuliakan hidup kita.

Kesimpulan

Hadits tentang ridho orang tua ridho allah adalah pengingat abadi bagi setiap Muslim tentang betapa agungnya kedudukan orang tua. Ia bukanlah sekadar anjuran, melainkan sebuah rumus pasti untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan dunia-akhirat. Jalan menuju cinta Allah terhampar luas melalui pintu yang paling dekat dengan kita: ayah dan ibu.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa merefleksikan hubungan kita dengan mereka. Berusahalah sekuat tenaga untuk meraih senyum dan keridhoan dari hati mereka, karena di dalam keridhoan merekalah terdapat keridhoan Allah SWT yang kita dambakan.

Tinggalkan komentar