Sebutkan contoh ilmu yang bermanfaat dalam agama Islam
Jawaban 1 :
ontoh ilmu yang bermanfaat dalam agama islam adalah
1. Mengajarkan cara membaca al qur’an kepada anak-anak
2. Menggunakan ilmu yang dimiliki untuk mengobati orang yang terluka dengan ikhlas
3. Menggunakan ilmu yang dimiliki untuk mengajarkan masyarakat sehingga dapat meringankan beban kehidupan masyarakat
4. Mengajari seseorang cara membaca dan menulis yang baik
Pembahasan
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memberikan manfaat positif bagi orang lain dan bagi diri sendiri. suatu ilmu yang bermanfaat merupakan amalan yang sangat tinggi nilainya dalam islam. Dalam salah satu hadist nabi dijelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat termasuk dalam salah satu amal jariyyah bagi umat islam sehingga pahalanya terus mengalir walaupun sudah meninggal.
Dijawab Oleh :
Ahmad Hidayat, S. Pd.
Jawaban 2 :
1. Mengajarkan cara membaca al qur’an kepada anak-anak
2. Menggunakan ilmu yang dimiliki untuk mengobati orang yang terluka dengan ikhlas
3. Menggunakan ilmu yang dimiliki untuk mengajarkan masyarakat sehingga dapat meringankan beban kehidupan masyarakat
4. Mengajari seseorang cara membaca dan menulis yang baik
Dijawab Oleh :
Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.
Penjelasan :
Memahami Hakikat Ilmu yang Bermanfaat
Sebelum membahas contohnya, penting untuk memahami kriteria sebuah ilmu dianggap bermanfaat dalam pandangan Islam. Manfaat di sini tidak hanya diukur dari materi atau status sosial di dunia, tetapi juga dari nilainya di akhirat.
Sebuah ilmu menjadi bermanfaat ketika ia dilandasi oleh niat yang lurus, yaitu untuk mencari ridha Allah. Selain itu, ilmu tersebut harus mampu meningkatkan rasa takut (khasyah) kepada Allah, mendorong pemiliknya untuk lebih taat, dan menjauhkannya dari kemaksiatan. Pada akhirnya, manifestasi dari ilmu yang bermanfaat adalah perubahan positif pada akhlak dan amalan seseorang, serta kontribusinya untuk kemaslahatan umat.
Kategori Utama Ilmu dalam Islam
Secara garis besar, para ulama membagi ilmu yang wajib dipelajari oleh umat Islam ke dalam dua kategori utama. Pembagian ini membantu kita memahami prioritas dalam menuntut ilmu.
Ilmu Fardhu Ain: Kewajiban Setiap Pribadi
Ilmu Fardhu Ain adalah jenis pengetahuan yang hukumnya wajib dipelajari oleh setiap individu Muslim yang telah baligh dan berakal. Kelalaian dalam mempelajarinya akan mendatangkan dosa. Ilmu ini menjadi fondasi bagi sahnya iman dan ibadah seseorang.
Beberapa contoh utamanya adalah:
- Ilmu Tauhid (Akidah): Pengetahuan paling dasar dan utama mengenai keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, nama-nama-Nya, serta pilar-pilar keimanan lainnya seperti iman kepada malaikat, kitab, rasul, hari akhir, serta qada dan qadar. Tanpa akidah yang lurus, amalan sebaik apa pun tidak akan memiliki nilai.
- Ilmu Fiqih Ibadah: Pengetahuan praktis tentang tata cara beribadah yang benar sesuai tuntunan syariat. Ini mencakup cara bersuci (thaharah), shalat, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu. Ilmu ini memastikan ibadah harian kita diterima di sisi Allah.
- Ilmu Akhlak (Tasawuf): Pengetahuan untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin seperti sombong, iri, dengki, dan riya. Sekaligus, ilmu ini menuntun cara menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji seperti sabar, syukur, ikhlas, dan tawadhu.
Ilmu Fardhu Kifayah: Kewajiban Kolektif Umat
Ilmu Fardhu Kifayah adalah ilmu yang wajib ada di tengah komunitas Muslim. Jika sebagian orang telah mempelajarinya hingga taraf ahli, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun, jika tidak ada satu pun yang menguasainya, maka seluruh komunitas di wilayah tersebut akan menanggung dosa.
Ilmu ini berkaitan dengan kemaslahatan dan keberlangsungan hidup umat secara luas. Pada dasarnya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat menopang peradaban dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya sangat luas, antara lain:
- Ilmu tajwid dan qira’at Al-Qur’an
- Ilmu hadis dan tafsir
- Ilmu bahasa Arab
- Ilmu kedokteran dan farmasi
- Ilmu teknik dan arsitektur
- Ilmu ekonomi dan perdagangan
- Ilmu pertanian dan peternakan
- Ilmu teknologi informasi
Saat Ilmu Duniawi Menjadi Ilmu Akhirat
Seringkali muncul pertanyaan, apakah ilmu umum seperti matematika, fisika, atau sosiologi termasuk ilmu yang bermanfaat? Jawabannya adalah iya, dengan dua syarat utama yang mengubah nilainya dari sekadar pengetahuan duniawi menjadi amalan bernilai akhirat.
Niat Sebagai Pembeda Utama
Faktor penentu pertama adalah niat. Seorang Muslim yang belajar kedokteran dengan niat untuk menolong orang sakit karena Allah akan mendapatkan pahala dari setiap ilmu yang ia pelajari dan amalkan. Sebaliknya, jika niatnya hanya untuk kekayaan dan gengsi, ilmunya hanya akan bermanfaat di dunia saja. Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.”
Aplikasi untuk Kemaslahatan
Syarat kedua adalah aplikasi atau penerapan ilmu tersebut. Ilmu pengetahuan harus digunakan untuk membangun kebaikan dan mencegah kerusakan. Di sinilah letak tanggung jawab seorang ilmuwan Muslim.
Contoh dalam Kedokteran
Seorang dokter menggunakan ilmunya untuk menyelamatkan nyawa, merawat pasien dengan penuh empati, dan menjaga rahasia pasien. Ia tidak menggunakan ilmunya untuk praktik yang diharamkan seperti aborsi ilegal.
Contoh dalam Teknologi
Seorang ahli IT menciptakan platform untuk memudahkan orang belajar Al-Qur’an, sistem untuk optimalisasi distribusi zakat, atau melindungi data masyarakat dari kejahatan siber. Ia tidak menggunakan keahliannya untuk meretas, menipu, atau menyebarkan fitnah.
Ciri Pemilik Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu yang bermanfaat akan senantiasa tercermin pada diri pemiliknya. Buah dari ilmu tersebut bukanlah kesombongan, melainkan ketundukan. Ciri utamanya adalah ia semakin merasa kecil di hadapan keagungan Allah SWT, semakin rendah hati di hadapan manusia, dan akhlaknya menjadi semakin mulia dari hari ke hari.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama (orang-orang yang berilmu).” (QS. Fatir: 28). Ayat ini menunjukkan bahwa hasil akhir dari ilmu yang benar adalah meningkatnya rasa takut dan takwa kepada Allah.
Kesimpulan
Contoh ilmu yang bermanfaat dalam agama Islam sangatlah luas, mencakup ilmu agama (fardhu ain) dan ilmu umum (fardhu kifayah). Pembeda utamanya bukanlah pada objek ilmunya, melainkan pada niat dalam mempelajarinya dan tujuan dalam mengamalkannya. Setiap disiplin ilmu, dari tauhid hingga teknologi nuklir, dapat menjadi ladang pahala jika diniatkan untuk mencari ridha Allah dan digunakan untuk kemaslahatan umat manusia.
Pada akhirnya, kita harus selalu ingat bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang tidak berhenti di akal, tetapi meresap ke dalam hati, lalu menjelma menjadi amal saleh yang menerangi kehidupan pemiliknya di dunia dan menjadi pemberat timbangan kebaikannya di akhirat kelak.