Salah satu bahan untuk membuat patung adalah gips. Gips dalam seni rupa pahat tergolong benda dengan struktur materi

Salah satu bahan untuk membuat patung adalah gips. Gips dalam seni rupa pahat tergolong benda dengan struktur materi
a. lunak
b. keras
C. kasar
d. halus​

Jawaban 1 :

b.keras

Penjelasan:
gips termasuk jenis benda buatan bertekstur kasar dan keras, serta berwarna putih mirip bata putih, namun gips untuk senirupa pahat seprtu dalam pembuatan patung, tergolong benda dengan struktur materi yg lunak.

Penjelasan 2:
Cara Membuat :

Untuk membuat patung gips, bahan dan alat yang dibutuhkan, yaitu sebagai berikut.

a. Serbuk gips (biasanya tersedia di toko-toko bangunan), sediakan secukupnya.

b. Pahat (bisa pahat ukir atau pahat grafis). Bila tidak ada, bisa diganti pisau kecil atau cutter besar.

c. Botol air mineral atau wadah berbahan plastik lainnya, untuk mencetak serbuk gips.

d. Palu pahat ringan. Bila tidak ada, bisa diganti benda lain yang berfungsi untuk pemukul pahat.

Alat dan Bahan Patung Gips

Gips untuk pembuatan patung ini harus dibentuk terlebih dahulu melalui suatu proses, karena bentuk asalnya berupa serbuk.

Tahapan membuat patung sebagai berikut :

a. Sebelum membuat patung, buat desain terlebih dulu.

b. Botol plastik dipotong bagian ujungnya, lalu serbuk gips dimasukkan kira-kira ¾ ukuran botol.

c. Masukkan air ke dalam botol hingga penuh. Aduk sejenak untuk meratakannya.

d. Biarkan campuran dalam botol tersebut beberapa lama hingga campuran gips berubah menjadi zat padat.
\ne. Sayat atau sobek cetakan botol plastik dari gips dengan menggunakan cutter untuk melepas cetakan.

Dijawab Oleh :

Ahmad Hidayat, S. Pd.

Jawaban 2 :

bahan untuk membuat patung adalah gips. Gips dalam seni rupa pahat tergolong benda dengan struktur materi

jawab

a. lunak

penjelasan

gips dalam senirupa pahat dalam pembuatan patung, tergolong benda dengan struktur materi yang lunak.

karena mudah dibentuk.

Dijawab Oleh :

Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.

Penjelasan :

Mengungkap Sifat Gips: Lunak, Keras, atau Keduanya?

Untuk menjawab pertanyaan mendasar mengenai struktur materi gips, kita harus melihatnya dari dua fase yang berbeda: fase pengolahan dan fase akhir. Dalam konteks proses pembuatan patung, di mana seniman membentuk dan mengolah material, gips tergolong benda dengan struktur materi lunak.

Baca Juga:  Yang termasuk output jangka panjang dari kurikulum nasional adalah​

Saat bubuk gips dicampur dengan air, ia berubah menjadi adonan pasta yang plastis. Pada tahap inilah gips memiliki sifat lunak, memungkinkan seniman untuk menuangnya ke dalam cetakan atau membentuknya secara langsung. Namun, setelah melalui proses pengeringan dan reaksi kimia, adonan ini akan mengeras menjadi benda padat yang keras dan permanen. Jadi, jawaban yang paling tepat bergantung pada konteks pertanyaannya: lunak saat diolah, keras saat menjadi produk akhir.

Gips: Dari Mineral Alami Menjadi Material Seni Buatan

Meskipun berasal dari alam, gips yang kita gunakan dalam seni rupa adalah produk olahan. Hal ini menjadikannya material yang menarik untuk dipelajari, terutama karena karakteristiknya yang bisa dikontrol oleh manusia.

Proses Transformasi Gips

Bahan dasar gips adalah mineral gipsum, sebuah batuan sedimen yang ditambang dari perut bumi. Mineral ini kemudian dipanaskan dalam suhu tinggi untuk menghilangkan sebagian besar molekul airnya, mengubahnya menjadi bubuk halus yang kita kenal sebagai Plaster of Paris.

Ketika bubuk ini dicampur kembali dengan air, terjadi proses rehidrasi. Molekul air kembali terikat dalam struktur kristal, melepaskan panas (reaksi eksotermik), dan akhirnya mengeras menjadi bentuk padat yang menyerupai batuan aslinya, namun dalam bentuk yang telah kita tentukan. Proses inilah yang membuktikan bahwa gips termasuk benda buatan bertekstur yang sifatnya direkayasa untuk kebutuhan seni.

Mengapa Gips Dianggap Material Lunak dalam Konteks Pahat?

Dalam seni pahat, klasifikasi “lunak” atau “keras” sering kali merujuk pada teknik yang digunakan. Material seperti batu atau kayu dikerjakan dengan teknik subtraktif (mengurangi), di mana seniman memahat dan mengikis benda keras.

Sebaliknya, gips umumnya dikerjakan dengan teknik aditif (menambah) atau mencetak saat dalam kondisi lunak. Karena proses kreatif utamanya terjadi saat material masih berupa adonan plastis, maka dalam konteks ini gips diklasifikasikan sebagai material lunak.

Baca Juga:  Tari cente manis berasal dari

Karakteristik Unik: Gips Termasuk Benda Buatan Bertekstur

Salah satu keunggulan utama gips adalah kemampuannya untuk dimanipulasi. Sebagai material buatan, seniman memiliki kontrol penuh tidak hanya pada bentuk tetapi juga pada permukaannya. Inilah mengapa pernyataan bahwa gips termasuk benda buatan bertekstur sangatlah akurat.

Seniman dapat menciptakan permukaan yang sangat halus dengan mengampelasnya, atau sebaliknya, menciptakan tekstur kasar dengan memberinya sentuhan saat masih setengah kering. Fleksibilitas tekstur ini memberikan kebebasan berekspresi yang luar biasa.

Teknik Mengolah Gips dalam Seni Patung

Fleksibilitas gips memungkinkan penggunaannya dalam berbagai teknik pembuatan patung. Dua teknik yang paling umum adalah teknik cor (casting) dan teknik membangun atau memodelkan secara langsung.

Teknik Cor (Casting) dengan Gips

Teknik cor adalah metode yang paling populer untuk bekerja dengan gips. Proses ini ideal untuk mereplikasi objek atau menciptakan karya dengan detail yang sangat tinggi.

Langkah-langkah dasarnya adalah:

  1. Membuat Cetakan (Mold): Cetakan dapat dibuat dari berbagai bahan seperti tanah liat, silikon, atau bahkan gips itu sendiri.
  2. Menuang Adonan: Adonan gips yang masih cair dituangkan ke dalam cetakan hingga penuh.
  3. Proses Pengerasan: Adonan dibiarkan mengeras selama beberapa waktu. Proses ini biasanya hanya memakan waktu singkat, antara 30 menit hingga beberapa jam tergantung ketebalan.
  4. Membuka Cetakan: Setelah gips benar-benar keras, cetakan dilepaskan dengan hati-hati untuk memperlihatkan hasil akhir patung.

Teknik Membangun dan Memahat Gips

Selain dicor, seniman juga bisa membangun bentuk secara langsung menggunakan gips. Teknik ini biasanya membutuhkan kerangka atau angker (armature) dari kawat atau kayu sebagai struktur penopang.

Memanipulasi Tekstur Saat Basah

Saat gips masih dalam kondisi lunak atau setengah kering, seniman dapat dengan leluasa membentuknya. Menggunakan alat seperti sudip, pisau palet, atau bahkan tangan, seniman bisa menambah, mengurangi, dan memberikan tekstur pada permukaan patung. Di sinilah aspek gips termasuk benda buatan bertekstur benar-benar terlihat, karena tekstur diciptakan secara langsung selama proses kreatif.

Baca Juga:  Jenis batik jawa motif garis-garis disebut motif

Finishing dan Pengolahan Permukaan Kering

Setelah patung gips mengeras sepenuhnya, proses pengolahan masih bisa dilanjutkan. Permukaannya dapat diukir dengan alat pahat ringan untuk menambah detail. Untuk mendapatkan hasil akhir yang sangat halus, permukaan gips bisa diamplas dengan kertas pasir dari yang kasar hingga yang paling halus. Patung gips juga dapat dicat atau dilapisi dengan pernis untuk melindunginya dan memberikan tampilan akhir yang diinginkan.

Kelebihan dan Kekurangan Gips sebagai Media Patung

Seperti semua material seni, gips memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh seniman sebelum memulai proyek.

  • Kelebihan Gips:
    • Murah dan Mudah Didapat: Gips adalah salah satu material patung yang paling ekonomis dan tersedia luas di toko bahan bangunan atau toko seni.
    • Proses Cepat: Gips mengeras dengan relatif cepat, memungkinkan seniman untuk melihat hasil karyanya dalam waktu singkat.
    • Mampu Merekam Detail Tinggi: Sifat cairnya saat basah membuat gips mampu mengisi celah terkecil pada cetakan, menghasilkan replika dengan detail yang sangat tajam.
    • Ringan: Dibandingkan dengan batu atau logam, patung gips jauh lebih ringan dan mudah dipindahkan.
  • Kekurangan Gips:
    • Rapuh: Gips bersifat getas atau mudah pecah jika terbentur atau jatuh.
    • Tidak Tahan Air: Gips sangat rentan terhadap air. Jika terkena air, ia akan melunak dan rusak. Oleh karena itu, patung gips tidak cocok untuk ditempatkan di luar ruangan tanpa pelindung khusus.
    • Berdebu: Proses mengamplas atau memahat gips kering menghasilkan banyak debu yang tidak baik untuk pernapasan.

Kesimpulan

Jadi, kembali ke pertanyaan awal, gips dalam seni rupa pahat tergolong benda dengan struktur materi lunak pada fase pengerjaannya, yang kemudian bertransformasi menjadi keras pada hasil akhirnya. Sifat dualisme inilah yang menjadi kekuatan utamanya.

Lebih dari sekadar lunak atau keras, penting untuk memahami bahwa gips termasuk benda buatan bertekstur yang memberikan kontrol dan fleksibilitas tak tertandingi kepada seniman. Dari kemampuannya meniru detail yang rumit melalui teknik cor hingga kebebasan menciptakan permukaan halus maupun kasar, gips tetap menjadi material fundamental dan serbaguna dalam dunia seni rupa tiga dimensi.

Tinggalkan komentar