Penggabungan dua inti atom ​

Penggabungan dua inti atom?

Jawaban 1 :

Fusi

Penjelasan:

fusi adalah penggabungan dua nukleus ( inti ) atom yang ringan utk membentuk sebuah nukleus yang lebih berat sambil melepaskan sedikit dari energi ( tenaga ) ikatnya.

Dijawab Oleh :

Ahmad Hidayat, S. Pd.

Jawaban 2 :

fusi adalah penggabungan dua nukleus ( inti ) atom yang ringan utk membentuk sebuah nukleus yang lebih berat sambil melepaskan sedikit dari energi ( tenaga ) ikatnya.

Dijawab Oleh :

Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.

Penjelasan :

Memahami Fusi Nuklir: Kekuatan di Balik Bintang

Fusi nuklir adalah reaksi di mana dua atau lebih inti atom (nukleus) ringan bergabung membentuk satu inti atom yang lebih berat. Proses ini melepaskan sejumlah besar energi. Ini adalah kebalikan dari fisi nuklir, di mana sebuah inti atom berat dipecah menjadi inti-inti yang lebih kecil, yang juga melepaskan energi.

Energi yang dilepaskan dalam fusi nuklir berasal dari fenomena yang disebut defek massa. Massa total dari inti atom baru yang terbentuk ternyata sedikit lebih kecil daripada jumlah massa inti-inti atom awal yang bergabung. Selisih massa yang “hilang” ini diubah menjadi energi sesuai dengan persamaan terkenal Albert Einstein, E=mc², di mana energi (E) setara dengan massa (m) dikalikan kuadrat kecepatan cahaya (c²). Karena c² adalah angka yang sangat besar, sedikit saja massa yang hilang dapat menghasilkan energi yang luar biasa dahsyat.

Baca Juga:  Berapakah ukuran MCB yang terdapat pada KWH yang terpasang dengan tegangan 220volt dan konsumsi daya 450 watt hitung dengan rumus​

Proses Terjadinya Penggabungan Dua Nukleus Inti Atom

Untuk bisa terjadi, proses penggabungan dua nukleus inti atom tidak bisa berlangsung dalam kondisi biasa. Diperlukan lingkungan dengan kondisi fisik yang sangat ekstrem, mirip dengan yang ditemukan di inti bintang.

Kondisi Ekstrem yang Dibutuhkan

Inti atom memiliki muatan positif karena terdiri dari proton. Secara alami, dua muatan positif akan saling tolak-menolak akibat gaya tolak elektrostatik (juga dikenal sebagai gaya Coulomb). Untuk mengatasi gaya tolakan ini dan memaksa inti-inti atom bergabung, diperlukan dua kondisi utama:

  • Suhu Sangat Tinggi: Diperlukan suhu hingga jutaan derajat Celsius. Suhu setinggi ini membuat partikel bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, memberikan energi kinetik yang cukup untuk mengatasi gaya tolak elektrostatik saat mereka bertabrakan.
  • Tekanan Sangat Kuat: Tekanan yang luar biasa besar, seperti yang dihasilkan oleh gravitasi masif di inti bintang, membantu “memadatkan” inti-inti atom sehingga peluang terjadinya tabrakan dan fusi meningkat secara signifikan.

Dalam kondisi ini, materi tidak lagi berbentuk gas, melainkan plasma, yaitu wujud zat keempat di mana elektron terlepas dari inti atomnya.

Dari Hidrogen Menjadi Helium: Reaksi Rantai Proton-Proton

Contoh paling umum dari penggabungan dua nukleus inti atom adalah reaksi yang terjadi di Matahari, yang dikenal sebagai reaksi rantai proton-proton. Dalam proses ini, inti hidrogen (proton) secara bertahap bergabung untuk membentuk inti helium. Proses ini dapat diringkas dalam beberapa langkah utama:

  1. Dua inti hidrogen (proton) bertabrakan dan salah satunya berubah menjadi neutron, membentuk inti deuterium (satu proton, satu neutron).
  2. Inti deuterium tersebut kemudian bertabrakan dengan inti hidrogen lainnya, membentuk inti helium-3 (dua proton, satu neutron).
  3. Akhirnya, dua inti helium-3 bergabung untuk membentuk satu inti helium-4 (dua proton, dua neutron) yang stabil dan melepaskan dua inti hidrogen (proton) kembali ke dalam siklus.
Baca Juga:  185.63.253.200 apa arti dari kode ini?

Setiap tahap dalam rantai ini melepaskan energi, dan proses inilah yang menjadi sumber utama energi Matahari selama miliaran tahun.

Defek Massa dan Energi yang Dilepaskan (E=mc²)

Kunci pelepasan energi dalam fusi adalah defek massa. Mari kita ambil contoh reaksi rantai proton-proton. Jika Anda menimbang empat inti hidrogen awal dan membandingkannya dengan massa satu inti helium-4 yang dihasilkan, Anda akan menemukan bahwa inti helium-4 sedikit lebih ringan. Massa yang hilang ini telah diubah menjadi energi murni dalam bentuk foton (cahaya dan panas) serta partikel lain seperti neutrino.

Aplikasi dan Potensi Fusi Nuklir di Bumi

Para ilmuwan di seluruh dunia sedang bekerja keras untuk meniru proses penggabungan dua nukleus inti atom di laboratorium. Tujuannya adalah menciptakan sumber energi yang bersih, aman, dan hampir tak terbatas untuk kebutuhan manusia.

Sumber Energi Masa Depan yang Bersih

Energi fusi menawarkan beberapa keunggulan signifikan dibandingkan sumber energi lainnya:

  • Bahan Bakar Melimpah: Bahan bakar utama untuk fusi, seperti deuterium, dapat diekstraksi dari air laut dalam jumlah yang sangat besar.
  • Ramah Lingkungan: Reaksi fusi tidak menghasilkan gas rumah kaca atau polutan udara lainnya.
  • Keamanan Tinggi: Limbah yang dihasilkan memiliki radioaktivitas yang rendah dan berumur pendek dibandingkan limbah dari reaktor fisi nuklir. Selain itu, proses fusi secara inheren aman; jika terjadi gangguan, reaksi akan berhenti dengan sendirinya tanpa risiko ledakan nuklir.

Tantangan dalam Menciptakan Matahari Buatan

Meskipun potensinya luar biasa, menciptakan reaktor fusi yang layak secara komersial adalah tantangan rekayasa yang sangat besar. Tantangan utamanya adalah menciptakan dan mempertahankan plasma bersuhu jutaan derajat di dalam sebuah wadah tanpa melelehkan wadah itu sendiri. Dua desain reaktor utama sedang dikembangkan untuk mengatasi ini.

Baca Juga:  15 jenis alat ukur beserta satuannya

Reaktor Tokamak

Tokamak adalah perangkat berbentuk toroida atau donat yang menggunakan medan magnet yang sangat kuat untuk mengurung dan menstabilkan plasma panas di tengah-tengah reaktor, menjauhkannya dari dinding material. Proyek internasional raksasa seperti ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) di Prancis menggunakan desain tokamak untuk mendemonstrasikan kelayakan produksi energi fusi skala besar.

Reaktor Stellarator

Stellarator adalah desain alternatif yang juga menggunakan medan magnet untuk mengurung plasma. Namun, bentuknya jauh lebih kompleks dan berliku-liku, dirancang untuk menghasilkan medan magnet yang stabil secara inheren tanpa memerlukan arus listrik besar di dalam plasma itu sendiri, yang menjadi salah satu tantangan pada tokamak.

Signifikansi Penggabungan Dua Nukleus Inti Atom bagi Sains

Di luar aplikasi energi, studi tentang penggabungan dua nukleus inti atom sangat penting untuk memahami alam semesta. Proses ini adalah fondasi dari nukleosintesis stelar, yaitu proses penciptaan unsur-unsur kimia baru di dalam bintang.

Semua unsur yang lebih berat dari hidrogen dan helium di alam semesta, seperti karbon yang membentuk tubuh kita, oksigen yang kita hirup, dan besi dalam darah kita, pada awalnya ditempa melalui reaksi fusi di dalam inti bintang-bintang generasi awal. Dengan kata lain, proses penggabungan dua nukleus inti atom secara harfiah bertanggung jawab atas terciptanya materi penyusun planet, kehidupan, dan segala sesuatu di sekitar kita.

Kesimpulan

Penggabungan dua nukleus inti atom, atau fusi nuklir, adalah salah satu proses paling fundamental dan kuat di alam semesta. Ia adalah mesin yang menggerakkan bintang, menciptakan unsur-unsur, dan memungkinkan adanya kehidupan. Di Bumi, proses ini menjanjikan sebuah revolusi energi—sumber daya yang bersih, aman, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. Meskipun jalan untuk mewujudkan reaktor fusi komersial masih panjang dan penuh tantangan, potensi manfaatnya bagi peradaban manusia membuat setiap langkah penelitian menjadi sangat berharga. Memahami fusi berarti memahami kekuatan kosmik dan memegang kunci untuk masa depan energi yang lebih cerah.

Tinggalkan komentar