Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan penaklukan bangsa asing terhadap bangsa lain merupakan salah satu proses pengaruh kebudayaan lain yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya yaitu
Jawaban 1 :
Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan penaklukan bangsa asing terhadap bangsa lain merupakan salah satu proses pengaruh kebudayaan lain yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya yaitu invasi. Salah satu contoh konkrit invasi adalah diterapkannya kebudayaan Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.
**Pembahasan
**
Perubahan sosial budaya merupakan perubahan yang terjadi di masyarakat yang dipengaruhi oleh sikap masyarakat yang terbuka dan tertutup. Semakin terbuka suatu masyarakat, maka akan semakin sering terjadi perubahan sosial budaya. Namun, apabila masyarakat bersifat tertutup maka kemungkinan adanya perubahan sosial budaya juga akan semakin kecil.
Perubahan sosial budaya dibagi berdasarkan tiga kategori yaitu sebagai berikut:
Perubahan berdasarkan waktu, terbagi menjadi perubahan yang berlangsung cepat (revolusi) dan perubahan yang berlangsung lambat (evolusi).
Perubahan berdasarkan pengaruhnya, terbagi menjadi perubahan yang berpengaruh kecil dan perubahan yang berpengaruh besar.
Perubahan berdasarkan perencanaannya, terbagi menjadi perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tidak direncanakan .
Perlu kamu ketahui bahwa, perubahan sosial budaya terjadi karena adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal perubahan sosial budaya terdiri dari:
Bertambah dan berkurangnya penduduk.
Adanya penemuan baru.
Terjadinya konflik.
Terjadinya pemberontakan.
Sedangkan, faktor eksternal perubahan sosial budaya terdiri dari:
Perubahan lingkungan alam.
Terjadinya peperangan.
Adanya pengaruh kebudayaan lain.
Pelajari lebih lanjut tentang faktor perubahan sosial budaya di: brainly.co.id/tugas/9987411.
Pengaruh kebudayan lain menjadi salah satu faktor eksternal atau yang berasal dari luar masyarakat yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya. Proses pengaruh kebudayan lain tersebut adalah sebagai berikut:
Difusi, yaitu proses penyebaran unsur baru, baik berupa alat, ide, atau gagasan dari satu pihak ke pihak lain, dari suatu tempat ke tempat lain, dari satu orang ke orang lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.
Akulturasi, yaitu proses percampuran budaya tetapi tidak menghilangkan ciri kebudayaan lama.
Asimilasi, yaitu proses percampuran budaya yang menghasilkan kebudayaan baru sehingga unsur-unsur dari kebudayaan asli menjadi menghilang.
Penetrasi, yaitu proses penyebaran budaya secara damai atau tanpa paksaan.
Invasi, yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) bangsa asing terhadap bangsa lain.
Milenarisme, yaitu salah satu bentuk kebangkitan, yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah ama menderita dalam kedudukan sosial yang rendah.
Dijawab Oleh :
Ahmad Hidayat, S. Pd.
Jawaban 2 :
Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan penaklukan bangsa asing terhadap bangsa lain merupakan salah satu proses pengaruh kebudayaan lain yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya yaitu invasi. Salah satu contoh konkrit invasi adalah diterapkannya kebudayaan Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Dijawab Oleh :
Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.
Penjelasan :
Memahami Perubahan Sosial Budaya Akibat Interaksi Asing
Perubahan sosial budaya merujuk pada segala bentuk perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok dalam masyarakat. Salah satu pendorong terkuat perubahan ini adalah kontak dengan kebudayaan lain.
Interaksi ini dapat menghasilkan berbagai macam proses, seperti difusi, akulturasi, dan asimilasi. Namun, ketika proses tersebut didasari oleh penaklukan, bentuk dan dampaknya memiliki karakteristik yang sangat khas. Kekuatan yang tidak seimbang antara penakluk dan yang ditaklukkan menciptakan dinamika di mana kebudayaan dominan cenderung dipaksakan.
Penetrasi Kebudayaan: Ketika Penaklukan Membuka Pintu Perubahan
Jawaban spesifik untuk proses masuknya unsur kebudayaan asing melalui penaklukan adalah penetrasi kebudayaan atau penetrasi. Istilah ini merujuk pada proses perembesan unsur-unsur budaya dari satu masyarakat ke masyarakat lain, yang dalam konteks penaklukan, sering kali terjadi secara paksa.
Penetrasi Damai (Penetration Pacifique)
Meskipun bukan fokus utama, penting untuk memahami lawannya. Penetrasi damai terjadi ketika suatu masyarakat menerima unsur budaya baru secara sukarela karena dianggap bermanfaat atau menarik. Penyebaran musik K-Pop atau kuliner Jepang di Indonesia saat ini adalah contoh modern dari penetrasi damai.
Penetrasi Paksa (Penetration Violente)
Inilah inti dari fenomena yang disebabkan oleh penaklukan. Penetrasi paksa atau penetration violente terjadi ketika unsur kebudayaan asing masuk dengan cara memaksa, merusak, bahkan menghancurkan kebudayaan asli. Hal ini umum terjadi pada masa peperangan dan penjajahan. Bangsa penakluk memaksakan agama, bahasa, sistem pemerintahan, dan teknologinya kepada masyarakat yang ditaklukkan.
Akulturasi sebagai Hasil Dominasi Budaya
Hasil dari penetrasi paksa ini sering kali adalah akulturasi. Akulturasi adalah proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan memengaruhi. Ciri khas akulturasi adalah unsur-unsur budaya asli tidak sepenuhnya hilang. Sebaliknya, terjadi perpaduan yang melahirkan bentuk budaya baru, meskipun sering kali budaya dominan (penakluk) memberikan pengaruh yang lebih besar.
Bentuk-Bentuk dan Dampak Perubahan Sosial Budaya
Proses masuknya pengaruh kebudayaan asing melalui penaklukan meninggalkan jejak yang mendalam pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perubahan ini bisa dilihat secara nyata dan dirasakan hingga generasi-generasi berikutnya.
Wujud Nyata Pengaruh Budaya Asing
Pengaruh dari proses ini dapat diidentifikasi dalam berbagai wujud, antara lain:
- Bahasa: Kosakata dari bahasa penjajah diserap ke dalam bahasa lokal. Contohnya, banyak kata dalam Bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari Bahasa Belanda (kantoor menjadi kantor, handdoek menjadi handuk).
- Sistem Kepercayaan: Agama atau sistem kepercayaan bangsa penakluk sering kali disebarkan dan dipaksakan kepada penduduk asli, terkadang menggantikan atau berpadu dengan kepercayaan lokal.
- Sistem Hukum dan Pemerintahan: Bangsa penakluk biasanya menerapkan sistem administrasi dan hukum mereka untuk mengontrol wilayah jajahan, yang sering kali tetap diadopsi bahkan setelah kemerdekaan.
- Teknologi dan Arsitektur: Pengenalan teknologi baru, alat, dan gaya arsitektur dari bangsa penakluk mengubah cara masyarakat membangun, bekerja, dan beraktivitas.
- Kesenian dan Gaya Hidup: Gaya berpakaian, musik, hingga jenis makanan dari budaya dominan perlahan-lahan diadopsi dan diadaptasi oleh masyarakat setempat.
Dampak Jangka Panjang: Antara Integrasi dan Konflik
Dampak dari penetrasi paksa ini bersifat kompleks dan berlapis. Di satu sisi, ia dapat memperkaya kebudayaan lokal, namun di sisi lain dapat menimbulkan ketegangan sosial dan krisis identitas.
Melahirkan Budaya Hibrida yang Unik
Salah satu hasil positif dari akulturasi adalah munculnya budaya hibrida yang unik dan kaya. Perpaduan antara unsur lokal dan asing menciptakan ekspresi budaya baru yang tidak dimiliki oleh kedua budaya asalnya. Arsitektur bergaya Indisch di Indonesia adalah contoh perpaduan gaya Eropa dengan adaptasi iklim tropis.
Potensi Hilangnya Identitas Lokal
Di sisi lain, dominasi yang kuat dari budaya penakluk dapat menggerus dan meminggirkan kebudayaan asli. Generasi muda mungkin akan lebih familier dengan budaya asing dan perlahan melupakan tradisi, bahasa, atau kesenian leluhur mereka. Ini dapat memicu krisis identitas dan konflik sosial.
Studi Kasus: Jejak Kolonialisme dalam Budaya Indonesia
Indonesia merupakan contoh nyata dari dampak proses masuknya pengaruh kebudayaan asing melalui penaklukan. Penjajahan oleh bangsa Eropa, terutama Belanda selama ratusan tahun, telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam struktur sosial dan budaya masyarakat.
Dari sistem hukum warisan Belanda (seperti KUHP), struktur birokrasi pemerintahan, hingga tata kota di banyak kota tua di Indonesia, semuanya adalah bukti nyata dari penetrasi paksa. Bahkan dalam hal-hal sederhana seperti kuliner (kue lapis legit, semur) dan kata-kata sehari-hari, pengaruh tersebut masih sangat terasa dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Indonesia modern.
Kesimpulan
Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat melalui penaklukan adalah sebuah proses yang disebut penetrasi kebudayaan, khususnya penetrasi paksa (penetration violente). Proses ini memicu terjadinya akulturasi, di mana budaya asli dan asing berpadu, sering kali dengan dominasi dari budaya penakluk. Fenomena ini secara fundamental mengubah tatanan sosial dan budaya masyarakat dalam berbagai aspek, mulai dari bahasa, hukum, hingga gaya hidup.
Memahami proses masuknya pengaruh kebudayaan asing ini bukan hanya tentang melihat masa lalu, tetapi juga tentang memahami fondasi masyarakat kita saat ini. Jejak-jejak sejarah tersebut telah membentuk identitas bangsa yang kompleks, dinamis, dan terus beradaptasi dalam menghadapi tantangan globalisasi di masa depan.