hitung besar biaya listrik yang dikeluarkan selama 1 bulan( 30 hari).jika tarif per KWH Rp.2000 dengan pemakaian sebagai berikut. A. 5 lampu 20 watt digunakan selama 10 jam/hari .B. 2 lampu 50 watt digunakan selama 8 jam/hari
Jawaban 1 :
diket :
W1 = 5 . 20 . 10 = 1000 wh / hr
W2= 2 . 50 . 8 = 800 wh / hr
tarif = Rp 2000 / kwh
dit : Biaya 1 bln ( 30 hr )
jwb :
Total energi
W = W1 + W2 . 30
W = 1000 + 800 . 30
W = 54.000 wh = 54 kwh
Biaya
Biaya = W . tarif
Biaya = 54 . 2000
Biaya = Rp 108.000
Dijawab Oleh :
Noor Sjahid, S. Pd. M.Pd.
Jawaban 2 :
diket :
W1 = 5 . 20 . 10 = 1000 wh / hr
W2= 2 . 50 . 8 = 800 wh / hr
tarif = Rp 2000 / kwh
dit : Biaya 1 bln ( 30 hr )
jwb :
Total energi
W = W1 + W2 . 30
W = 1000 + 800 . 30
W = 54.000 wh = 54 kwh
Biaya
Biaya = W . tarif
Biaya = 54 . 2000
Biaya = Rp 108.000
Dijawab Oleh :
Yuyun Yulianti, S. Pd.
Penjelasan :
Memahami Istilah Dasar dalam Tagihan Listrik
Sebelum kita masuk ke rumus dan perhitungan, penting untuk memahami beberapa istilah dasar yang akan selalu Anda temui. Memahami konsep ini akan membuat proses perhitungan menjadi jauh lebih mudah dan logis. Tanpa pemahaman dasar, rumus yang ada hanya akan menjadi angka-angka tanpa makna.
Istilah terpenting yang menjadi dasar perhitungan adalah Watt dan kWh. Watt adalah satuan daya listrik yang menunjukkan seberapa banyak energi yang dikonsumsi sebuah perangkat saat sedang beroperasi. Sementara itu, Kilowatt-hour (kWh) adalah satuan yang digunakan oleh PLN untuk menagih pemakaian listrik Anda. Sederhananya, 1 kWh berarti Anda telah menggunakan perangkat berdaya 1000 Watt selama 1 jam.
Langkah-Langkah Utama: Cara Menghitung kWh Listrik per Bulan
Pada dasarnya, proses menghitung konsumsi listrik bulanan dapat dipecah menjadi beberapa langkah sederhana. Metode ini berlaku untuk semua jenis perangkat elektronik di rumah Anda, mulai dari lampu hingga pendingin ruangan. Mari kita bedah satu per satu.
Langkah 1: Kumpulkan Data Pemakaian
Langkah pertama adalah inventarisasi. Catat semua perangkat elektronik yang ingin Anda hitung. Untuk setiap perangkat, Anda memerlukan dua informasi penting:
- Daya Listrik (Watt): Informasi ini biasanya tertera pada badan perangkat, kotak kemasan, atau buku manual.
- Durasi Pemakaian Harian (Jam): Perkirakan berapa jam dalam sehari Anda menggunakan perangkat tersebut.
Langkah 2: Hitung Konsumsi Energi Harian (Wh)
Setelah data terkumpul, saatnya menghitung konsumsi energi harian untuk setiap perangkat dalam satuan Watt-hour (Wh). Rumusnya sangat sederhana:
Konsumsi Energi (Wh) = Daya Perangkat (Watt) x Durasi Pemakaian (Jam)
Jika Anda memiliki beberapa perangkat yang sama (misalnya 5 buah lampu), kalikan terlebih dahulu jumlah perangkat dengan dayanya sebelum dikalikan dengan durasi.
Langkah 3: Konversi ke Kilowatt-hour (kWh)
Karena tarif listrik dihitung dalam Kilowatt-hour (kWh), Anda perlu mengubah satuan Wh yang sudah didapat. Ingat, “kilo” berarti seribu. Jadi, cara konversinya adalah dengan membagi angka Wh dengan 1000.
Konsumsi Energi (kWh) = Konsumsi Energi (Wh) / 1000
Hasil dari perhitungan inilah yang menunjukkan berapa kWh yang dihabiskan satu perangkat dalam satu hari.
Studi Kasus: Menghitung Biaya Listrik dari Contoh Pemakaian
Sekarang, mari kita terapkan cara menghitung kwh listrik per bulan menggunakan contoh spesifik yang diberikan. Ini akan memberikan gambaran nyata tentang bagaimana langkah-langkah di atas bekerja dalam praktik.
Analisis Data Pemakaian
Pertama, kita definisikan kembali data yang kita miliki untuk perhitungan ini:
- Tarif per kWh: Rp 2.000
- Periode Perhitungan: 1 bulan (30 hari)
- Peralatan A: 5 buah lampu 20 Watt, digunakan selama 10 jam per hari.
- Peralatan B: 2 buah lampu 50 Watt, digunakan selama 8 jam per hari.
Kalkulasi Konsumsi Energi Harian per Kelompok Alat
Kita akan menghitung konsumsi energi harian untuk masing-masing kelompok lampu secara terpisah untuk menjaga agar perhitungan tetap rapi dan mudah diikuti.
Perhitungan untuk 5 Lampu 20 Watt
- Total Daya (Watt):
5 lampu x 20 Watt/lampu = 100 Watt - Konsumsi Energi Harian (Wh):
100 Watt x 10 Jam = 1.000 Wh - Konsumsi Energi Harian (kWh):
1.000 Wh / 1.000 = 1 kWh
Jadi, kelima lampu 20 Watt tersebut menghabiskan energi sebesar 1 kWh setiap harinya.
Perhitungan untuk 2 Lampu 50 Watt
- Total Daya (Watt):
2 lampu x 50 Watt/lampu = 100 Watt - Konsumsi Energi Harian (Wh):
100 Watt x 8 Jam = 800 Wh - Konsumsi Energi Harian (kWh):
800 Wh / 1.000 = 0,8 kWh
Kelompok lampu kedua ini mengonsumsi energi sebesar 0,8 kWh setiap harinya.
Menghitung Total Biaya Listrik Selama Sebulan
Setelah mendapatkan konsumsi harian dari setiap kelompok perangkat, langkah terakhir adalah mengakumulasikannya dan menghitung total biaya untuk periode satu bulan.
- Total Konsumsi Energi Harian:
Pertama, kita jumlahkan total konsumsi kWh dari semua perangkat dalam satu hari.
1 kWh (Lampu A) + 0,8 kWh (Lampu B) = 1,8 kWh per hari - Total Konsumsi Energi Bulanan:
Selanjutnya, kalikan total konsumsi harian dengan jumlah hari dalam sebulan (dalam kasus ini 30 hari).
1,8 kWh/hari x 30 hari = 54 kWh per bulan - Total Biaya Listrik Bulanan:
Terakhir, kalikan total konsumsi bulanan (kWh) dengan tarif listrik per kWh yang telah ditentukan.
54 kWh x Rp 2.000/kWh = Rp 108.000
Dengan demikian, total besar biaya listrik yang dikeluarkan selama satu bulan untuk pemakaian kedua kelompok lampu tersebut adalah Rp 108.000.
Kesimpulan
Mengetahui cara menghitung kwh listrik per bulan bukanlah ilmu yang rumit. Dengan mengikuti tiga langkah sederhana—mengumpulkan data, menghitung konsumsi harian dalam Wh, dan mengonversinya ke kWh—siapa pun dapat membuat estimasi tagihan listrik mereka sendiri. Seperti yang ditunjukkan dalam studi kasus, proses ini sangat logis dan mudah diterapkan.
Dengan kemampuan ini, Anda tidak lagi hanya menjadi penerima tagihan pasif. Anda kini memiliki alat untuk menganalisis, merencanakan, dan mengoptimalkan penggunaan energi di rumah. Mulailah mencatat pemakaian perangkat lain di rumah Anda dan lihat seberapa akurat Anda bisa memprediksi tagihan bulan depan. Selamat mencoba