Fungsi pasta yang dioleskan di Heatsink dan CPU adalah…

Fungsi pasta yang dioleskan di Heatsink dan CPU adalah
a. Meningkatkan kinerja CPU
b. Mengencangkan CPU
c. Menyalurkan panas yang dihasilkan CPU
d. Menghindari hubungan pendek di CPU ​

Jawaban 1 :

C. menyalurkan panas yg dihasilkan CPU

Dijawab Oleh :

Noor Sjahid, S. Pd. M.Pd.

Jawaban 2 :

.menyalurkan panas yang dihasilkan CPU

penghantar panas sangat tinggi yang digunakan untuk mengisi rongga mikroskopis antara heatsink dan CPU/GPU agar panas dapat tersalur dengan sempurna.

Penjelasan:

semoga membantu dan jangan lupa follow terimakasih^^

Dijawab Oleh :

Dr. Wawan Suherman, S. Pd. M.Pd.

Penjelasan :

Jawaban Tepat: Menyalurkan Panas yang Dihasilkan CPU

Jika Anda harus memilih satu jawaban dari opsi yang diberikan, maka jawaban yang paling akurat dan fundamental adalah c. Menyalurkan panas yang dihasilkan CPU. Inilah fungsi inti dan alasan utama keberadaan thermal paste. Meskipun opsi lain terdengar masuk akal, mari kita bedah mengapa opsi (c) adalah yang paling tepat.

  • a. Meningkatkan kinerja CPU: Ini adalah efek samping, bukan fungsi utama. Dengan penyaluran panas yang baik, CPU dapat bekerja pada kecepatan optimalnya tanpa mengalami thermal throttling (penurunan kecepatan akibat panas berlebih). Jadi, kinerja yang meningkat adalah hasil dari fungsi penyaluran panas yang efektif.
  • b. Mengencangkan CPU: Ini adalah fungsi yang sepenuhnya salah. Yang mengencangkan CPU pada tempatnya adalah mekanisme soket pada motherboard dan sistem pengunci atau baut pada heatsink. Pasta ini tidak memiliki sifat perekat yang kuat.
  • d. Menghindari hubungan pendek di CPU: Sebagian besar thermal paste modern bersifat non-konduktif (tidak menghantarkan listrik) untuk keamanan. Namun, tujuan utamanya bukanlah mencegah hubungan pendek, melainkan menyalurkan panas. Sifat non-konduktif adalah fitur keamanan tambahan.
Baca Juga:  Bahan peredam suara yang digunakan di dinding di dinding bioskop adalah

Jadi, jelas bahwa fungsi pasta yang dioleskan di heatsink dan cpu adalah untuk bertindak sebagai medium transfer panas yang efisien.

Memahami Cara Kerja Thermal Paste: Si Jembatan Panas

Untuk benar-benar mengerti mengapa penyaluran panas ini begitu penting, kita perlu memahami sedikit tentang fisika di balik pertemuan dua permukaan logam, yaitu permukaan atas CPU (disebut IHS atau Integrated Heat Spreader) dan permukaan dasar heatsink.

Celah Mikro yang Tak Terlihat

Meskipun dengan mata telanjang permukaan IHS pada CPU dan dasar heatsink terlihat sangat rata dan halus, pada level mikroskopis, kedua permukaan ini sebenarnya penuh dengan celah, goresan, dan ketidaksempurnaan. Ketika kedua permukaan ini bersentuhan langsung, akan ada banyak sekali kantong udara kecil yang terperangkap di antara keduanya.

Udara: Isolator Panas yang Buruk

Masalah utamanya adalah udara merupakan isolator termal yang sangat buruk. Artinya, udara tidak pandai dalam menghantarkan panas. Kantong-kantong udara yang terperangkap ini menjadi penghalang serius bagi panas yang ingin berpindah dari CPU yang panas menuju heatsink yang bertugas mendinginkannya.

Peran Krusial Thermal Paste

Di sinilah thermal paste memainkan peran vitalnya. Fungsi pasta yang dioleskan di heatsink dan cpu adalah untuk mengisi setiap celah mikroskopis tersebut. Zat pasta ini akan mendorong keluar kantong-kantong udara dan menciptakan sebuah lapisan konduktif termal yang solid di antara CPU dan heatsink. Dengan begitu, terciptalah sebuah “jembatan” yang mulus bagi panas untuk mengalir tanpa hambatan.

Apa Akibatnya Jika Tidak Menggunakan Thermal Paste?

Mengabaikan penggunaan thermal paste bukanlah pilihan. Ini adalah komponen wajib yang jika dihilangkan dapat menyebabkan serangkaian masalah serius pada komputer Anda.

Overheating dan Thermal Throttling

Tanpa thermal paste, transfer panas dari CPU ke heatsink menjadi sangat tidak efisien. Panas akan menumpuk dengan cepat di dalam CPU, menyebabkan suhu melonjak drastis dalam hitungan detik setelah komputer dinyalakan.

Baca Juga:  Mengapa bangsa indonesia harus mengembangkan sikap toleransi antar umat beragama?

Sistem modern memiliki mekanisme pengaman yang disebut thermal throttling. Ketika CPU mendeteksi suhu yang terlalu tinggi, ia akan secara otomatis menurunkan kecepatan kerjanya (clock speed) secara dramatis untuk mengurangi produksi panas dan mencegah kerusakan. Akibatnya, komputer Anda akan terasa sangat lambat dan tidak responsif, bahkan untuk tugas-tugas ringan sekalipun.

Penurunan Umur Komponen dan Kerusakan Permanen

Jika masalah panas terus berlanjut, dampaknya bisa jauh lebih parah daripada sekadar performa yang lambat.

Degradasi Komponen Jangka Panjang

Bekerja pada suhu tinggi secara terus-menerus akan mempercepat degradasi komponen silikon di dalam chip CPU. Ini secara efektif akan memperpendek umur pakai prosesor Anda. Komponen yang seharusnya bisa bertahan bertahun-tahun mungkin hanya akan bertahan beberapa bulan saja.

Risiko Kerusakan Fatal

Dalam skenario terburuk, terutama pada sistem yang lebih tua atau jika mekanisme pengaman gagal berfungsi, suhu yang ekstrem dapat menyebabkan kerusakan fisik dan permanen pada CPU. Komponen bisa “terbakar” dan mati total, yang berarti Anda harus mengganti prosesor sepenuhnya.

Tips Praktis Seputar Penggunaan Thermal Paste

Mengetahui fungsinya saja tidak cukup. Anda juga perlu tahu cara mengaplikasikannya dengan benar untuk mendapatkan hasil yang optimal.

  • Jangan Terlalu Banyak, Jangan Terlalu Sedikit: Cukup aplikasikan thermal paste seukuran sebutir kacang polong atau biji beras di tengah permukaan CPU. Saat heatsink dipasang, tekanannya akan menyebarkan pasta secara merata. Terlalu banyak pasta justru bisa mengurangi efisiensi transfer panas dan berisiko meluber ke komponen lain.
  • Bersihkan Sisa Pasta Lama: Jika Anda mengganti heatsink atau mengaplikasikan ulang pasta, pastikan untuk membersihkan sisa pasta yang lama hingga benar-benar bersih. Gunakan kain mikrofiber dan cairan pembersih seperti alkohol isopropil (IPA) dengan kadar 90% atau lebih.
  • Ganti Secara Berkala: Thermal paste tidak bertahan selamanya. Seiring waktu, ia bisa mengering dan kehilangan efektivitasnya. Disarankan untuk mengganti thermal paste setiap 2-4 tahun sekali, tergantung pada kualitas pasta dan intensitas penggunaan komputer Anda.
Baca Juga:  125 Gram berapa sendok makan ... ? 25 Gram berapa sendok makan ... ?

Kesimpulan

Kembali ke pertanyaan awal, kini kita dapat menjawab dengan keyakinan penuh. Fungsi pasta yang dioleskan di heatsink dan cpu adalah untuk menyalurkan panas yang dihasilkan oleh CPU ke heatsink secara maksimal dengan cara mengisi celah-celah udara mikroskopis di antara kedua permukaan. Ini bukan tentang mengencangkan, meningkatkan kinerja secara langsung, atau mencegah hubungan pendek, melainkan tentang manajemen termal yang fundamental.

Meskipun wujudnya kecil dan harganya relatif murah, thermal paste adalah komponen non-negosiabel dalam sebuah sistem komputer. Ia adalah penjaga gerbang yang memastikan CPU Anda tetap dingin, bekerja pada performa puncaknya, dan memiliki umur pakai yang panjang. Mengabaikannya sama saja dengan membiarkan jantung komputer Anda bekerja di bawah tekanan panas yang membahayakan.

Tinggalkan komentar