Contoh sikap mandiri terkait dengan profil pelajar pancasila​

Contoh sikap mandiri terkait dengan profil pelajar pancasila​

Jawaban 1 :

Contoh sikap mandiri pelajar pancasila yaitu :

Bertanggung jawab di setiap tindakan
Mencintai alam dengan tidak membuang sampah sembarangan
Berani berkata benar dan salah
Saling tolong menolong dengan sesama
PEMBAHASAN
Pelajar Indonesia sama dengan pelajar mandiri, yakni pelajar yang bertanggung jawab atas hasil belajar dan prosesnya. Elemen kunci mandiri terdiri dari kesadaran atas diri sendiri serta regulasi diri dan situasi yang dihadapi. Profil Pelajar Pancasila adalah suatu bentuk rencana strategis kementerian pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2020-2024 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020.

Dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila terdapat manfaat untuk peserta diantaranya yaitu mengembangkan kompetensi sebagai warga dunia yang aktif dan untuk memperkuat karakter, memperlihatkan tanggung jawab, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai kondisi dan kepedulian terhadap isu di sekitar.

Contoh sikap mandiri pelajar pancasila yaitu :

  1. Bertanggung jawab di setiap tindakan
  2. Mencintai alam dengan tidak membuang sampah sembarangan
  3. Berani berkata benar dan salah

Dimensi-dimensi Profil Pelajar Pancasila adalah

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beriman dan berakhlak mulia,
  2. Bergotong-royong
  3. Berkebinekaan global
  4. Bernalar kritis
  5. Mandiri
  6. Kreatif.

Dijawab Oleh :

Dr. Wawan Suherman, S. Pd. M.Pd.

Jawaban 2 :

Contoh sikap mandiri pelajar pancasila yaitu :

Bertanggung jawab di setiap tindakan
Mencintai alam dengan tidak membuang sampah sembarangan
Berani berkata benar dan salah
Saling tolong menolong dengan sesama

Dijawab Oleh :

Yuyun Yulianti, S. Pd.

Penjelasan :

Memahami Esensi Dimensi Mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila didefinisikan sebagai kemampuan pelajar untuk bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Ini bukanlah tentang isolasi, melainkan tentang kepemilikan (ownership) terhadap perjalanan pendidikan dan pengembangan diri. Pelajar yang mandiri memiliki kesadaran akan dirinya dan situasi yang dihadapinya, serta memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri (regulasi diri).

Baca Juga:  Boleh tidak menikah anak nomor 1 dengan nomor 3(terakhir)...

Elemen kunci dari dimensi ini mencakup dua hal utama: kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi, serta regulasi diri. Kesadaran diri berarti pelajar mampu merefleksikan kemampuan, kelemahan, minat, dan emosinya. Sementara itu, regulasi diri adalah kemampuan untuk mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan belajar dan pengembangan diri.

Harapan Utama dari Dimensi Mandiri pada Diri Pelajar Indonesia

Membangun karakter mandiri bukanlah tujuan akhir yang dangkal. Ada ekspektasi besar yang tersirat di dalamnya. Secara mendasar, harapan dari dimensi mandiri pada diri pelajar indonesia adalah lahirnya generasi pembelajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi dan berinovasi.

Kesadaran Diri dan Regulasi Diri yang Kuat

Pelajar diharapkan mampu mengenali emosi yang dirasakannya dan dampaknya terhadap proses belajar. Ketika merasa kesulitan dalam suatu mata pelajaran, ia tidak langsung menyerah atau menyalahkan keadaan. Sebaliknya, ia mampu mengidentifikasi, “Saya kesulitan di bagian ini karena belum paham konsep dasarnya,” lalu secara sadar mencari cara untuk mengatasinya.

Regulasi diri ini juga mencakup kemampuan menetapkan tujuan belajar yang realistis dan menyusun strategi untuk mencapainya. Pelajar tidak lagi hanya menjadi penerima pasif, melainkan arsitek aktif bagi pengetahuannya sendiri.

Inisiatif dan Tanggung Jawab atas Proses Belajar

Harapan berikutnya adalah tumbuhnya inisiatif. Pelajar mandiri tidak menunggu disuapi informasi oleh guru. Mereka proaktif mencari sumber belajar tambahan, baik dari buku, internet, maupun diskusi dengan teman. Mereka melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai beban yang harus dihindari.

Rasa tanggung jawab ini membuat mereka mengelola waktu dengan baik, menyelesaikan tugas tanpa perlu terus-menerus diingatkan, dan melakukan evaluasi terhadap hasil kerja mereka sendiri untuk perbaikan di masa depan. Inilah wujud nyata dari kemandirian intelektual.

Baca Juga:  Seni teater tradisional yang berasal dari Pulau Bintan adalah....

Ketahanan (Resiliensi) dalam Menghadapi Tantangan

Dunia penuh dengan ketidakpastian dan tantangan. Oleh karena itu, salah satu harapan dari dimensi mandiri pada diri pelajar indonesia adalah tumbuhnya mental yang tangguh atau resilien. Pelajar yang mandiri memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.

Ketika mendapat nilai yang tidak memuaskan, mereka tidak larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, mereka akan menganalisis kesalahan, belajar darinya, dan bangkit kembali dengan semangat yang lebih besar. Kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi inilah yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.

Contoh Konkret Sikap Mandiri di Lingkungan Sekolah

Untuk membuatnya lebih jelas, mari kita lihat beberapa contoh nyata bagaimana sikap mandiri ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Dalam Proses Pembelajaran di Kelas

Sikap mandiri tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang dijalani pelajar setiap hari di dalam kelas.

Proaktif Bertanya dan Mencari Informasi

  • Seorang siswa yang tidak memahami penjelasan guru tentang rumus matematika tidak hanya diam. Ia akan mengangkat tangan untuk bertanya atau menandai bagian yang tidak ia mengerti untuk ditanyakan setelah kelas usai.
  • Saat diberikan tugas riset, ia tidak hanya mengandalkan satu sumber dari buku paket. Ia berinisiatif mencari jurnal online, video edukasi, atau artikel relevan untuk memperkaya pemahamannya.

Mengelola Waktu dan Tugas Secara Efektif

  • Siswa membuat jadwal belajar pribadi untuk menyeimbangkan antara tugas sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan waktu istirahat.
  • Ketika mendapat tugas proyek jangka panjang, ia memecahnya menjadi beberapa tahapan kecil dengan tenggat waktu pribadi, sehingga tugas tidak menumpuk di akhir.

Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler dan Organisasi

Kemandirian juga sangat terasah di luar kelas, seperti dalam kegiatan OSIS, pramuka, atau klub minat bakat lainnya.

  • Mengambil Inisiatif Proyek: Seorang anggota OSIS mengusulkan program “Jumat Bersih” dan secara sukarela membuat proposal, membentuk tim kecil, dan mengoordinasikan pelaksanaannya tanpa harus diperintah oleh ketua atau guru pembina.
  • Menyelesaikan Masalah Secara Mandiri: Ketika terjadi masalah teknis saat persiapan sebuah acara, seorang panitia tidak langsung panik dan melapor. Ia mencoba mencari solusi terlebih dahulu, misalnya dengan mencari tutorial online atau berdiskusi dengan anggota tim yang lebih paham.
Baca Juga:  Selat Bering terdapat di sebelah barat wilayah Alaska Selat Bering membatasi dua benua di dunia yaitu

Peran Guru dan Orang Tua dalam Menumbuhkan Sikap Mandiri

Sikap mandiri tidak tumbuh secara instan. Ia perlu dipupuk dan didukung oleh lingkungan sekitar, terutama oleh guru dan orang tua. Peran mereka adalah sebagai fasilitator, bukan sebagai penentu segala hal.

Di sekolah, guru dapat menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang menuntut siswa untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek mereka sendiri. Memberikan pilihan kepada siswa dalam mengerjakan tugas juga dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan kemandirian mereka.

Di rumah, orang tua dapat melatih kemandirian dengan memberikan tanggung jawab sesuai usia, seperti merapikan kamar tidur sendiri, menyiapkan peralatan sekolah, hingga mengelola uang jajan. Yang terpenting adalah memberikan kepercayaan dan ruang bagi anak untuk mencoba, bahkan jika itu berarti mereka akan membuat kesalahan.

Kesimpulan

Sikap mandiri dalam kerangka Profil Pelajar Pancasila adalah sebuah fondasi krusial untuk masa depan bangsa. Ia melampaui sekadar kemampuan mengerjakan tugas sendiri, menuju pembentukan karakter yang utuh: sadar diri, mampu mengatur diri, berinisiatif, bertanggung jawab, dan tangguh menghadapi badai kehidupan. Contoh-contoh yang telah diuraikan, baik di dalam maupun di luar kelas, menunjukkan bahwa kemandirian adalah sebuah keterampilan yang dapat dilatih dan dibiasakan.

Pada akhirnya, harapan dari dimensi mandiri pada diri pelajar indonesia adalah lahirnya generasi emas yang tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga produsen solusi. Mereka adalah individu-individu yang siap belajar sepanjang hayat, mampu berdiri di atas kaki sendiri, dan siap berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Tinggalkan komentar