Bagaimana cara membaca ta’awudz dan basmalah pada surah at taubah
Jawaban 1 :
taawudz diwaqofkan dan basmalah disambung dengan surat
Dijawab Oleh :
Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.
Jawaban 2 :
basmalah = penghantar surat, raawudz membacanya di waqofkan
Dijawab Oleh :
Ahmad Hidayat, S. Pd.
Penjelasan :
Keunikan Surah At-Taubah: Satu-satunya Surah Tanpa Basmalah
Sebelum membahas cara membacanya, penting untuk memahami mengapa Surah At-Taubah tidak diawali dengan Basmalah. Para ulama tafsir dan tajwid telah memberikan beberapa penjelasan yang saling menguatkan, yang pada intinya kembali pada konteks dan isi kandungan surah ini.
Alasan paling masyhur, sebagaimana diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, adalah karena lafaz Basmalah mengandung makna kasih sayang, keamanan, dan rahmat Allah. Sementara itu, ayat-ayat awal Surah At-Taubah (juga dikenal sebagai Surah Bara’ah) berisi pernyataan pemutusan hubungan dan pengumuman perang (jihad) terhadap kaum musyrikin yang melanggar perjanjian di Makkah. Adalah tidak selaras untuk memulai sebuah pernyataan perang dan ketegasan dengan lafaz yang penuh dengan kasih sayang. Oleh karena itu, atas petunjuk wahyu, Basmalah tidak dicantumkan di awal surah ini.
Hukum Membaca Ta’awudz dan Basmalah pada Surah At-Taubah
Memahami keunikan tersebut membawa kita pada pembahasan inti: bagaimana hukum membaca pelindung (ta’awudz) dan basmalah ketika hendak membaca Surah At-Taubah? Hukumnya berbeda tergantung pada posisi kita memulai bacaan.
Hukum Membaca Ta’awudz
Membaca Ta’awudz atau Isti’adzah (A'udzu billahi minasy syaithanir rajim) sebelum membaca Al-Qur’an adalah sunnah yang dianjurkan. Perintah ini bersifat umum dan berlaku untuk semua bagian Al-Qur’an, termasuk Surah At-Taubah.
Dalilnya adalah firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 98:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”
Ayat ini tidak memberikan pengecualian untuk surah tertentu. Dengan demikian, praktik membaca ta awudz surat at taubah adalah sesuatu yang tetap dianjurkan dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Hukum Membaca Basmalah di Awal Surah At-Taubah
Para ulama sepakat bahwa membaca Basmalah di awal Surah At-Taubah hukumnya adalah makruh (tidak disukai). Sebagian ulama bahkan menghukuminya haram, karena hal tersebut menyelisihi apa yang telah ditetapkan dalam penulisan mushaf Utsmani dan petunjuk dari para sahabat. Membacanya berarti menambahkan sesuatu yang tidak ada pada tempatnya, serta bertentangan dengan hikmah dihilangkannya Basmalah dari surah ini.
Hukum Membaca Basmalah di Tengah Surah At-Taubah
Bagaimana jika kita tidak memulai dari ayat pertama, melainkan dari pertengahan surah, misalnya dari ayat ke-30 atau ke-90? Dalam hal ini, para ulama memiliki perbedaan pendapat:
- Tetap Tidak Membaca Basmalah: Sebagian ulama berpendapat lebih baik tetap tidak membaca Basmalah meskipun memulai dari tengah surah. Alasannya adalah untuk menjaga konsistensi dengan keseluruhan tema surah dan mengikuti kaidah bahwa surah ini secara utuh tidak memiliki Basmalah.
- Boleh Membaca Basmalah: Sebagian ulama lainnya memperbolehkan membaca Basmalah jika memulai dari tengah surah. Argumentasinya adalah larangan tersebut hanya berlaku spesifik di awal surah, di mana konteks ayatnya adalah tentang perang. Jika ayat yang dibaca di tengah surah berbicara tentang rahmat atau ampunan, maka membaca Basmalah tidak lagi bertentangan.
Pendapat yang memperbolehkan ini seringkali menjadi pilihan banyak orang. Namun, pilihan yang paling aman dan keluar dari perbedaan pendapat adalah cukup membaca Ta’awudz saja, lalu langsung melanjutkan ke ayat yang dituju.
Panduan Praktis Cara Membaca Surah At-Taubah
Berikut adalah panduan praktis yang merangkum cara memulai bacaan Surah At-Taubah dalam berbagai kondisi.
Memulai Bacaan dari Awal Surah At-Taubah
Jika Anda secara khusus ingin membaca Surah At-Taubah dari ayat pertama, caranya sangat sederhana:
- Bacalah Ta’awudz:
A'udzu billahi minasy syaithanir rajim. - Jangan membaca Basmalah.
- Langsung masuk ke ayat pertama:
Baraa'atum minallahi wa rasulihi...
Ini adalah cara yang disepakati untuk memulai surah ini secara mandiri.
Menyambung Bacaan dari Surah Al-Anfal ke Surah At-Taubah
Kondisi ini sering terjadi ketika seseorang sedang mengkhatamkan Al-Qur’an secara berurutan. Setelah selesai membaca ayat terakhir Surah Al-Anfal, ada tiga cara yang dibenarkan oleh para ulama tajwid untuk menyambungkannya ke Surah At-Taubah.
1. Al-Waqf (Berhenti)
Ini adalah cara yang paling umum dan paling mudah.
- Selesaikan bacaan ayat terakhir Surah Al-Anfal (
...innallaha bikulli syai'in 'aliim). - Berhenti sejenak untuk mengambil napas.
- Lanjutkan bacaan dengan ayat pertama Surah At-Taubah (
Baraa'atum minallahi...) tanpa membaca Basmalah. Dianjurkan tetap membaca ta awudz surat at taubah secara lirih sebelum melanjutkannya.
2. As-Saktah (Berhenti Sejenak Tanpa Bernapas)
Saktah adalah berhenti sejenak pada akhir kata (akhir Surah Al-Anfal) selama sekitar dua harakat tanpa mengambil napas, kemudian langsung melanjutkan ke kata berikutnya (awal Surah At-Taubah).
- Baca hingga akhir Surah Al-Anfal (
...bikulli syai'in 'aliim). - Tahan napas sejenak.
- Lanjutkan ke
Baraa'atum minallahi....
3. Al-Wasl (Menyambung Langsung)
Wasl berarti menyambung bacaan akhir ayat Surah Al-Anfal dengan awal ayat Surah At-Taubah tanpa berhenti sama sekali.
- Ketika membaca akhir Surah Al-Anfal (
...'aliim), nun tanwin pada kata tersebut dileburkan dengan hukum Iqlab karena bertemu dengan huruf Ba’ pada kataBaraa'atum. - Maka, bacaannya akan terdengar seperti
...'aliimum-baraa'atum....
Dari ketiga cara tersebut, Al-Waqf (berhenti) adalah cara yang paling utama dan paling aman untuk dipraktikkan oleh pembaca awam.
Hikmah di Balik Ketiadaan Basmalah
Tidak adanya Basmalah di awal Surah At-Taubah bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah bagian dari mukjizat Al-Qur’an yang menunjukkan betapa setiap detailnya memiliki makna yang mendalam. Hikmah utamanya adalah untuk memberikan penekanan dan ketegasan pada pesan yang terkandung di dalamnya.
Ini mengajarkan kita bahwa dalam ajaran Islam, ada tempat untuk kasih sayang dan rahmat (seperti yang dilambangkan Basmalah), namun ada juga tempat untuk ketegasan, keadilan, dan penegakan hukum terhadap mereka yang berkhianat. Kaidah membaca ta awudz surat at taubah tanpa basmalah menjadi pengingat abadi akan keseimbangan antara dua aspek ini.
Kesimpulan
Secara ringkas, panduan membaca Surah At-Taubah adalah sebagai berikut:
- Selalu dianjurkan untuk membaca Ta’awudz (
A'udzu billahi minasy syaithanir rajim) sebelum memulai, baik dari awal maupun dari tengah surah. - Dilarang (makruh/haram) membaca Basmalah jika memulai dari ayat pertama Surah At-Taubah.
- Jika memulai dari tengah surah, ada kelonggaran untuk membaca Basmalah, tetapi yang lebih utama adalah meninggalkannya.
- Saat menyambung dari Surah Al-Anfal, cara terbaik adalah berhenti sejenak (waqaf), lalu memulai Surah At-Taubah tanpa Basmalah.
Memahami cara membaca ta awudz surat at taubah dengan benar bukan hanya soal teknis tajwid, tetapi juga merupakan bagian dari adab kita terhadap Al-Qur’an. Dengan mengamalkan kaidah ini, kita tidak hanya melantunkan ayat-ayat-Nya dengan benar, tetapi juga menghayati pesan dan konteks yang terkandung di dalamnya.