Allah azza jalla dzikruhu jika ditulis dalam arab adalah
Jawaban 1 :
اَللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ ذِكْرُهُ
Penjelasan:
Semangat belajar
Dijawab Oleh :
Noor Sjahid, S. Pd. M.Pd.
Jawaban 2 :
اَللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ ذِكْرُهُ
Dijawab Oleh :
Yuyun Yulianti, S. Pd.
Penjelasan :
Membedah Makna Agung: Azza wa Jalla dan Jalla Dzikruhu
Sebelum beralih ke cara penulisannya, sangat penting untuk menyelami makna yang terkandung dalam setiap kata. Memahami artinya akan membuat kita lebih khusyuk saat mengucapkannya. Frasa yang sering ditanyakan, “Allah azza jalla dzikruhu”, sebenarnya merupakan gabungan dari dua lafaz pengagungan yang sedikit berbeda.
Lafaz yang paling umum adalah “Azza wa Jalla” (عَزَّ وَجَلَّ). Mari kita bedah maknanya:
- Azza (
عَزَّ): Berasal dari kata ‘izzah yang berarti kemuliaan, kekuatan, dan keperkasaan. Maka, ‘Azza berarti Maha Perkasa atau Maha Mulia. - wa (
وَ): Adalah kata sambung yang berarti “dan”. - Jalla (
جَلَّ): Berasal dari kata jalāl yang berarti kebesaran dan keagungan. Maka, Jalla berarti Maha Agung atau Maha Luhur.
Jika digabungkan, “Allah Azza wa Jalla” bermakna “Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.”
Sementara itu, lafaz lain yang juga sering digunakan adalah “Jalla Dzikruhu” (جَلَّ ذِكْرُهُ).
- Jalla (
جَلَّ): Sama seperti di atas, berarti Maha Agung. - Dzikruhu (
ذِكْرُهُ): Berarti “penyebutan-Nya” atau “ingatan kepada-Nya”.
Sehingga, “Allah Jalla Dzikruhu” memiliki arti “Allah Yang Maha Agung penyebutan-Nya.”
Penulisan Lafaz Allah dalam Aksara Arab yang Benar
Mengetahui cara penulisan yang tepat adalah kunci untuk menghindari kesalahan makna dan menunjukkan penghormatan kita. Berikut adalah panduan penulisan allah azza wa jalla arab dan frasa terkait lainnya dengan harakat lengkap.
Tulisan Arab untuk “Allah Azza wa Jalla”
Ini adalah frasa yang paling sering digunakan setelah menyebut nama Allah. Penulisannya dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:
اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
- Transliterasi: Allāhu ‘Azza wa Jalla
- Penjelasan Komponen:
اللهُ(Allah)عَزَّ(‘Azza)وَ(wa)جَلَّ(Jalla)
Perhatikan tanda syaddah (tasydid) pada huruf Zai (زّ) di kata عَزَّ dan pada huruf Lam (لّ) di kata جَلَّ. Tanda ini menunjukkan adanya penekanan atau konsonan ganda yang penting untuk pengucapan yang benar.
Tulisan Arab untuk “Allah Jalla Dzikruhu”
Frasa ini, yang sering menjadi bagian dari pertanyaan “Allah azza jalla dzikruhu jika ditulis dalam arab adalah…”, memiliki tulisan Arab yang spesifik.
اللهُ جَلَّ ذِكْرُهُ
- Transliterasi: Allāhu Jalla Dzikruhu
- Penjelasan Komponen:
اللهُ(Allah)جَلَّ(Jalla)ذِكْرُهُ(Dzikruhu)
Kedua frasa ini, meskipun berbeda, sama-sama berfungsi untuk mengagungkan Allah SWT dan sering digunakan dalam konteks yang mirip, yaitu setelah menyebut asma-Nya.
Variasi dan Penggunaan dalam Teks Islami
Dalam kitab-kitab klasik, terkadang Anda akan menemukan singkatan untuk frasa-frasa ini untuk menghemat ruang. Misalnya, (عز وجل) atau (جل ذكره). Namun, saat menulis untuk konsumsi umum atau dalam konteks formal, sangat dianjurkan untuk menuliskannya secara lengkap untuk menjaga kemuliaan dan kejelasan maknanya.
Pentingnya Menulis dan Mengucapkannya dengan Benar
Mengapa kita harus peduli dengan detail penulisan dan pengucapan? Jawabannya terletak pada dua aspek fundamental: adab (etika) dan akurasi makna.
Menjaga Kemuliaan Lafaz Allah
Menuliskan nama dan sifat-sifat Allah dengan benar adalah bentuk adab dan penghormatan kita. Ini menunjukkan keseriusan dan ketelitian kita dalam berinteraksi dengan hal-hal yang berkaitan dengan agama. Kesalahan penulisan, meskipun tidak disengaja, dapat mengurangi kehormatan dari lafaz tersebut.
Menghindari Perubahan Makna
Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat presisi. Perubahan satu harakat atau satu huruf dapat mengubah makna sebuah kata secara drastis.
Peran Harakat (Tanda Baca)
Harakat seperti fathah (a), kasrah (i), dammah (u), dan syaddah (penekanan) sangat krusial. Tanpa harakat yang benar, pengucapan allah azza wa jalla arab bisa menjadi salah. Contohnya, kata عَزَّ (‘azza) jika dibaca tanpa syaddah akan berbeda artinya. Harakat memastikan bahwa sifat kemuliaan dan keagungan Allah terucap dengan tepat.
Konteks Penggunaan dalam Kalimat
Memahami penulisan yang benar juga membantu kita menempatkannya dengan tepat dalam sebuah kalimat. Baik saat mengutip ayat, hadis, atau sekadar menulis status bernuansa islami, penulisan yang akurat mencerminkan pemahaman yang baik dari penulisnya.
Lebih dari Sekadar Tulisan: Sebuah Bentuk Dzikir
Pada akhirnya, menulis atau mengucapkan “Allah Azza wa Jalla” bukan sekadar aktivitas linguistik. Ini adalah sebuah bentuk ibadah, sebuah dzikir yang mengingatkan kita akan kebesaran, keperkasaan, dan keagungan Allah SWT. Setiap kali kita menyertakan frasa ini setelah menyebut nama-Nya, kita sedang memperbarui pengakuan kita akan sifat-sifat-Nya.
Tindakan sederhana ini melatih lisan dan hati untuk senantiasa mengagungkan Sang Pencipta. Ia menjadi pengingat bahwa Allah, Tuhan yang kita sembah, adalah Zat Yang Maha Mulia dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya. Dengan demikian, pemahaman terhadap tulisan allah azza wa jalla arab menjadi jembatan untuk dzikir yang lebih mendalam dan penuh penghayatan.
Kesimpulan
Mengetahui cara penulisan lafaz mulia seperti “Allah Azza wa Jalla” dan “Allah Jalla Dzikruhu” adalah sebuah ilmu yang penting bagi setiap Muslim. Penulisan yang benar dalam bahasa Arab adalah اللهُ عَزَّ وَجَلَّ untuk yang pertama, dan اللهُ جَلَّ ذِكْرُهُ untuk yang kedua.
Memahaminya lebih dari sekadar urusan teknis penulisan. Ini adalah tentang menjaga adab kepada Allah, memastikan makna yang agung tidak berubah, dan yang terpenting, menjadikannya sebagai sarana untuk berdzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan memahami penulisan allah azza wa jalla arab yang benar, kita selangkah lebih maju dalam memuliakan Asma Allah dalam setiap tulisan dan ucapan kita.