Sebutkan contoh pendidikan karakter di rumah
Jawaban 1 :
6ContohPendidikanKarakterdirumah
Religius (Mencerminkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa)
Rajin Beribadah di rumah
Menghargai (Tidak Mengganggu) Anggota keluarga yang sedang beribadah
Mandiri (Tidak selalu bergantung pada orang lain)
Mengerjakan PR yang diberikan sekolah sendiri
Mandiri dalam melakukan Aktivitas setiap hati
Gotong Royong (Mengerjakan sebuah tugas bersama – sama)
Saling Membantu satu sama lain (Anggota keluarga) dalam menyelesaikan pekerjaan rumah .
Membersihkan rumah bersama – sama .
Disiplin (Taat dalam mengerjakan sesuatu yang merupakan tanggung jawabnya)
Selalu bangun tepat waktu .
Disiplin dalam mengerjakan aktivitas di rumah .
Dijawab Oleh :
Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.
Jawaban 2 :
Religius (Mencerminkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa)
Rajin Beribadah di rumah
Menghargai (Tidak Mengganggu) Anggota keluarga yang sedang beribadah
Mandiri (Tidak selalu bergantung pada orang lain)
Mengerjakan PR yang diberikan sekolah sendiri
Mandiri dalam melakukan Aktivitas setiap hati
Gotong Royong (Mengerjakan sebuah tugas bersama – sama)
Saling Membantu satu sama lain (Anggota keluarga) dalam menyelesaikan pekerjaan rumah .
Membersihkan rumah bersama – sama .
Disiplin (Taat dalam mengerjakan sesuatu yang merupakan tanggung jawabnya)
Selalu bangun tepat waktu .
Disiplin dalam mengerjakan aktivitas di rumah .
Dijawab Oleh :
Ahmad Hidayat, S. Pd.
Penjelasan :
Tentang Perusahaan
Selamat datang di PT. Keluarga Harmonis, Tbk., sebuah “perusahaan” yang nggak terdaftar di bursa efek, tapi impact-nya seumur hidup. Visi kami simpel: “Mencetak individu berkarakter unggul yang siap menghadapi dunia.” Misi kami adalah menyediakan lingkungan yang safe dan penuh kasih sayang sebagai tempat bertumbuh.
Di sini, “budaya perusahaan” kita adalah keterbukaan, saling menghormati, dan gotong royong. Vibes-nya harus positif, di mana setiap “karyawan” (baca: anggota keluarga) berhak didengar dan dihargai. Ini adalah institusi pendidikan pertama dan paling fundamental, yang bahkan menjadi dasar sebelum seorang anak mengenal berbagai contoh pendidikan karakter di sekolah seperti program anti-perundungan atau kegiatan OSIS.
Deskripsi Pekerjaan
Kami membuka “lowongan” seumur hidup untuk posisi: Manusia Berintegritas dan Penuh Empati. Ini adalah peran full-time dengan jam kerja fleksibel, namun menuntut komitmen tinggi. “Pekerjaan” ini nggak melulu soal mencapai target akademis, tapi lebih ke proses menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Tugas utamanya adalah belajar, berlatih, dan menginternalisasi nilai-nilai luhur kemanusiaan. Dari hal-hal kecil seperti membereskan tempat tidur sendiri, hingga hal besar seperti berani mengakui kesalahan. Tujuannya adalah membangun fondasi yang kokoh, sehingga saat dihadapkan pada contoh pendidikan karakter di sekolah, kamu sudah punya bekal yang lebih dari cukup.
Kualifikasi
Untuk bisa “diterima” dan “berkembang” di perusahaan ini, ada beberapa kualifikasi dasar yang perlu dimiliki dan terus diasah. Ini bukan soal nilai rapor, tapi soal kualitas diri.
Kejujuran Level Dewa
Literally, ini nomor satu. Berani ngomong jujur walau kadang pait. Nggak bohong soal nilai jelek, nggak ngambil uang kembalian belanja tanpa izin. Kejujuran ini jadi modal kepercayaan yang nggak ternilai.
Empati, Bukan Simpati Doang
Bisa ngerasain apa yang orang lain rasain. Waktu teman lagi sedih, kita nggak cuma bilang “sabar ya,” tapi beneran coba ngertiin posisinya. Ini skill yang bikin kita lebih manusiawi.
Rasa Tanggung Jawab yang Kuat
Kalau bikin salah, ya ngaku. Kalau punya tugas, ya kerjain. Tanggung jawab itu bukan beban, tapi tanda kalau kita bisa diandalkan. Mulai dari tanggung jawab sama mainan sendiri sampai nanti tanggung jawab sama pekerjaan.
Responsibiliti
Setiap “posisi” di perusahaan ini punya tanggung jawab harian yang membentuk karakter secara konsisten. Ini adalah actionable steps dari kualifikasi di atas.
Menjalankan 3 Kata Ajaib
Basically, ini soal basic manner. Mengucapkan “Tolong,” “Terima Kasih,” dan “Maaf.” Kelihatannya sepele, tapi ini menunjukkan rasa hormat dan menghargai orang lain, entah itu ke orang tua, kakak, adik, atau asisten rumah tangga.
Manajemen Diri dan Waktu
Belajar bagi waktu antara main game, ngerjain PR, dan bantu orang tua. Nggak perlu disuruh-suruh terus. Punya inisiatif buat mandi, makan, atau belajar sendiri itu udah nunjukkin kemandirian level awal.
Ikut Andil dalam “Proyek” Rumah Tangga
Rumah itu milik bersama. Jadi, ikut bantu cuci piring, buang sampah, atau sekadar naruh baju kotor di tempatnya itu adalah bentuk kontribusi. Ini ngajarin soal kerja tim dan nggak jadi orang yang maunya dilayani terus. Ini adalah contoh pendidikan karakter di sekolah dalam skala mikro.
Menjaga Integritas Digital
Di dunia maya, karakter kita juga diuji. Tanggung jawabnya adalah nggak ikut-ikutan cyberbullying, nggak nyebarin hoaks, dan bijak dalam menggunakan media sosial. Paham bahwa jejak digital itu abadi.
Benefit
“Bekerja” di PT. Keluarga Harmonis, Tbk. memang butuh effort, tapi benefit-nya jangka panjang dan priceless.
- Fondasi Mental yang Kuat: Kamu jadi pribadi yang lebih tangguh, nggak gampang goyah sama tekanan teman sebaya, dan punya self-esteem yang sehat.
- Kecerdasan Emosional (EQ) Tinggi: Kemampuan buat ngertiin dan ngelola emosi sendiri dan orang lain itu skill mahal di masa depan. Kamu jadi lebih gampang bergaul dan disukai banyak orang.
- Problem-Solving Skill Alami: Terbiasa hadapin masalah kecil di rumah (misalnya, rebutan remote TV sama adik) bikin kamu jadi lebih jago cari solusi damai.
- Kesiapan Menghadapi Dunia Luar: Dengan bekal karakter dari rumah, kamu akan lebih mudah beradaptasi dan bahkan bersinar saat mengikuti berbagai contoh pendidikan karakter di sekolah, seperti menjadi pemimpin di organisasi siswa atau menjadi duta anti-narkoba.
Berkas Persyaratan
Tertarik untuk menjadi “karyawan” teladan? Good news! Nggak perlu CV, ijazah, atau portofolio. “Berkas” yang kamu butuhkan cuma tiga:
- Niat Baik yang Tulus: Keinginan dari dalam hati untuk jadi orang yang lebih baik setiap harinya.
- Keterbukaan untuk Belajar: Mau dengerin nasihat orang tua, siap dikoreksi kalau salah, dan nggak gampang baper atau defensif.
- Komitmen untuk Berproses: Sadar bahwa ngebentuk karakter itu perjalanan panjang. Kadang berhasil, kadang gagal, tapi yang penting nggak pernah berhenti mencoba.
Kesimpulan
Jadi, at the end of the day, rumah adalah kawah candradimuka pertama kita. Di sinilah nilai-nilai kejujuran, empati, tanggung jawab, dan rasa hormat pertama kali ditanamkan. Pendidikan karakter di rumah bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Ketika fondasi ini sudah kuat, maka berbagai contoh pendidikan karakter di sekolah—mulai dari program Jumat Bersih, kegiatan bakti sosial, hingga aturan tata krama—akan menjadi penguatan, bukan lagi pelajaran baru dari nol. Sekolah dan rumah harus bersinergi. Tapi ingat, remote control utama pembentukan karakter anak sejatinya ada di tangan keluarga. So, let’s make our home the best ‘company’ to work for.