4.tuliskan 12 simbol keselamatan kerja dilaboratorium, beserta gambar dan pengertian masing-masing​

4.tuliskan 12 simbol keselamatan kerja dilaboratorium, beserta gambar dan pengertian masing-masing​

Jawaban 1 :

1. Bahan Iritasi (Irritating)

Simbol keselamatan kerja berbentuk tanda silang berwarna hitam memiliki dua kode. Kode Xi dan Xn. Kode Xi artinya irritant atau dapat menyebabkan iritasi dan keracunan.

2. Bahan Berbahaya (Harmful)

Simbol keselamatan kerja berbentuk tanda silang berwarna hitam kode Xn artinya bahan kimia yang berbahaya atau (harmful).

3. Bahan Beracun (Toxic)

Simbol keselamatan kerja berbentuk tengkorak dan tulang menandakan bahwa bahan kimia tersebut mengandung racun atau bersifat toxic.

4. Bahan Sangat Beracun (Very Toxic)

Bahan kimia dengan lambang “T+” memiliki sifat yang sangat beracun.

5. Korosif (Corrosive)

Simbol keselamatan kerja dengan gambar tetesan yang sedang menetes ke tangan dan besi, tandanya bahan kimia tersebut bersifat korosif.

6. Radioaktif (Radioactive)

Simbol keselamatan kerja dengan gambar mirip kincir angin memiliki arti bahan tersebut bersifat radioaktif.

7. Mudah Meledak (Explosive)

Bahan kimia yang mudah meledak ditandai dengan gambar ledakan. Cara memperlakukan bahan kimia ini yaitu dengan menyimpannya dalam kondisi basah dan jauhkan dari panas atau sumber api.

8. Mudah Terbakar

Simbol keselamatan kerja yang ada pada laboratorium dengan gambar api menyala artinya kandungan bahan tersebut mudah terbakar.

9. Bahan Mudah Teroksidasi

Bahan kimia yang ditandai dengan simbol berupa bola api berwarna hitam yang menyala biasanya tidak mudah terbakar. Akan tetapi, jika kontak langsung dengan bahan yang mudah terbakar atau menghasilkan panas akan sangat mudah terbakar.

10. Bahan yang Berbahaya Bagi Lingkungan

Simbol berupa gambar pohon dan media lingkungan menunjukkan suatu bahan yang bisa menimbulkan bahaya terhadap lingkungan.

Pembahasan

1. Bahan Iritasi (Irritating)
2. Bahan Berbahaya (Harmful)
3. Bahan Beracun (Toxic)
4. Bahan Sangat Beracun (Very Toxic)
5. Korosif (Corrosive)
6. Radioaktif (Radioactive)
7. Mudah Meledak (Explosive)
8. Mudah Terbakar
9. Bahan Mudah Teroksidasi
10. Bahan yang Berbahaya Bagi Lingkungan

Pembahasan

Ketika menggunakan alat-alat laboratorium, peneliti harus memahami aturan dan prosedur yang berlaku karena melakukan kontak langsung dengan bahan-bahan kimia yang dapat memberikan reaksi berbahaya ke tubuh kita. Bahan-bahan kimia berbahaya tersebut disimpan pada wadah yang sudah diberikan simbol keselamatan kerja sebagai keterangan bahaya dan karakteristik dari bahan kimia tersebut. Simbol ini bertujuan sebagai peringatan dan menjaga peneliti atau siapa saja yang ada di laboratorium untuk tetap aman.

Dijawab Oleh :

Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.

Jawaban 2 :

Negara yang sebagian penduduknya bisa bahasa Jawa adalah Suriname. Suriname adalah sebuah negara di Amerika Selatan yang penduduk Jawa menempati posisi ketiga (15%) terbanyak jumlah populasi negara ini. Penduduk negara ini banyak menggunakan bahasa Jawa karena pengiriman penduduk Jawa, terutama penduduk Jawa Tengah, ke negara ini oleh Belanda untuk dipekerjakan di perkebunan.

Baca Juga:  Keunggulan menggunakan kemasan kertas adalah …

Dijawab Oleh :

Ahmad Hidayat, S. Pd.

Penjelasan :

Mengapa Memahami Simbol Simbol Keselamatan Kerja di Laboratorium Sangat Penting?

Pemahaman mendalam terhadap simbol simbol keselamatan kerja di laboratorium adalah fondasi dari budaya kerja yang aman. Simbol-simbol ini, yang sering disebut piktogram bahaya, dirancang untuk menyampaikan informasi krusial secara instan tanpa perlu membaca teks yang panjang, mengatasi hambatan bahasa, dan memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dalam situasi darurat.

Ketika Anda melihat sebuah simbol, Anda seharusnya langsung bisa mengidentifikasi jenis bahaya, tingkat risikonya, dan tindakan pencegahan dasar yang harus diambil. Mengabaikan atau salah mengartikan simbol-simbol ini dapat berakibat fatal, menyebabkan cedera serius, kerusakan properti, pencemaran lingkungan, atau bahkan hilangnya nyawa. Oleh karena itu, pengenalan simbol adalah langkah pertama yang paling vital dalam protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium.

12 Simbol Keselamatan Kerja di Laboratorium yang Wajib Anda Ketahui

Secara global, banyak dari simbol ini distandarisasi melalui Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS). Berikut adalah 12 simbol simbol keselamatan kerja di laboratorium yang paling umum ditemui, dikelompokkan berdasarkan jenis bahayanya, beserta gambar dan pengertiannya.

Kelompok Bahaya Fisik dan Ledakan

Simbol-simbol dalam kategori ini memperingatkan adanya potensi bahaya yang berkaitan dengan sifat fisik bahan, seperti kemampuan untuk meledak, terbakar, atau bereaksi secara hebat.

1. Simbol Mudah Meledak (Explosive)

[Gambar: Simbol bom yang sedang meledak]

  • Pengertian: Simbol ini menandakan bahan atau zat yang dapat meledak akibat pemicu tertentu seperti panas, guncangan, atau gesekan. Bahan ini sangat tidak stabil.
  • Contoh: Nitroglycerin, Trinitrotoluene (TNT).
  • Tindakan Pencegahan: Hindari panas, benturan, dan gesekan. Simpan di lokasi khusus yang tahan ledakan.
Baca Juga:  Hewan di timur tengah yang berpunuk​

2. Simbol Mudah Terbakar (Flammable)

[Gambar: Simbol api yang menyala]

  • Pengertian: Menunjukkan bahan yang mudah terbakar saat terpapar panas, percikan api, atau sumber nyala lainnya. Ini berlaku untuk zat padat, cair, maupun gas.
  • Contoh: Aseton, Etanol, Bensin.
  • Tindakan Pencegahan: Jauhkan dari sumber api terbuka, panas, dan percikan listrik. Sediakan alat pemadam api yang sesuai di dekat area kerja.

3. Simbol Oksidator (Oxidizing)

[Gambar: Simbol api yang menyala di atas sebuah lingkaran]

  • Pengertian: Bahan ini bukan bahan yang mudah terbakar, tetapi dapat melepaskan oksigen sehingga menyebabkan atau memperbesar potensi kebakaran bahan lain.
  • Contoh: Hidrogen Peroksida, Kalium Permanganat.
  • Tindakan Pencegahan: Simpan jauh dari bahan yang mudah terbakar dan bahan-bahan reduktor.

4. Simbol Gas Bertekanan (Compressed Gas)

[Gambar: Simbol tabung gas silinder]

  • Pengertian: Piktogram ini terdapat pada tabung atau wadah yang berisi gas di bawah tekanan tinggi. Bahayanya bisa berupa ledakan jika tabung rusak atau kebocoran gas yang bisa beracun atau menggantikan oksigen.
  • Contoh: Tabung Oksigen, Nitrogen, Helium.
  • Tindakan Pencegahan: Amankan tabung dengan rantai, jauhkan dari panas, dan tangani dengan hati-hati untuk menghindari benturan.

Kelompok Bahaya Kesehatan dan Toksisitas

Kategori ini mencakup simbol simbol keselamatan kerja di laboratorium yang berhubungan langsung dengan dampak negatif bahan terhadap kesehatan manusia, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

5. Simbol Korosif (Corrosive)

[Gambar: Simbol cairan yang menetes ke tangan dan permukaan logam, keduanya tampak rusak]

  • Pengertian: Menandakan bahan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada jaringan hidup (kulit, mata) dan juga dapat merusak atau menghancurkan logam.
  • Contoh: Asam Sulfat, Natrium Hidroksida.
  • Tindakan Pencegahan: Wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti sarung tangan tahan kimia, kacamata pelindung (goggles), dan jas lab.

6. Simbol Toksisitas Akut (Acute Toxicity – Fatal or Toxic)

[Gambar: Simbol tengkorak dan tulang bersilang]

  • Pengertian: Ini adalah peringatan paling serius untuk bahaya kesehatan. Paparan dalam jumlah kecil sekalipun (melalui pernapasan, kontak kulit, atau tertelan) dapat menyebabkan keracunan parah hingga kematian.
  • Contoh: Sianida, Merkuri Klorida.
  • Tindakan Pencegahan: Bekerja di dalam lemari asam (fume hood), gunakan APD level tertinggi, dan hindari kontak atau inhalasi sekecil apa pun.

7. Simbol Bahaya (Harmful/Irritant)

[Gambar: Simbol tanda seru]

  • Pengertian: Simbol ini memiliki beberapa arti. Ini bisa menandakan bahan yang menyebabkan iritasi (kulit, mata, pernapasan), sensitizer kulit, atau memiliki tingkat toksisitas akut yang lebih rendah (berbahaya jika tertelan).
  • Contoh: Kloroform, beberapa jenis pelarut.
  • Tindakan Pencegahan: Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Pastikan ventilasi ruangan baik.
Baca Juga:  Nelayan dapat turut serta menjaga keseimbangan alam dengan cara menangkap ikan tidak menggunakan​

8. Simbol Bahaya Kesehatan Serius (Serious Health Hazard)

[Gambar: Simbol siluet manusia dengan ledakan di bagian dada]

  • Pengertian: Menandakan bahan yang dapat menyebabkan efek kesehatan jangka panjang atau kronis. Ini termasuk bahan karsinogenik (penyebab kanker), mutagenik (penyebab mutasi genetik), teratogenik (penyebab cacat lahir), atau toksisitas pada organ target tertentu.
  • Contoh: Benzena, Formaldehida.
  • Tindakan Pencegahan: Gunakan APD yang sesuai dan bekerja di area berventilasi baik atau lemari asam. Batasi paparan seminimal mungkin.

Kelompok Bahaya Lingkungan dan Spesifik Lainnya

Simbol-simbol ini memberikan informasi tentang bahaya terhadap lingkungan atau bahaya spesifik lain yang tidak termasuk dalam kategori kimia GHS.

9. Simbol Bahaya Lingkungan (Environmental Hazard)

[Gambar: Simbol pohon kering dan ikan mati terbalik di air]

  • Pengertian: Menunjukkan bahwa bahan tersebut beracun bagi organisme akuatik dan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada ekosistem lingkungan.
  • Contoh: Pestisida, beberapa jenis logam berat.
  • Tindakan Pencegahan: Jangan membuang bahan ini ke saluran pembuangan atau lingkungan. Ikuti prosedur pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang benar.

10. Simbol Bahaya Biologis (Biohazard)

[Gambar: Simbol tiga bulan sabit yang saling tumpang tindih dalam lingkaran]

  • Pengertian: Simbol ini menandakan adanya agen biologis yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Ini bisa berupa virus, bakteri, jamur, atau sampel jaringan yang terinfeksi.
  • Contoh: Sampel darah, kultur bakteri, limbah medis.
  • Tindakan Pencegahan: Bekerja di dalam Biosafety Cabinet (BSC), gunakan APD yang sesuai, dan lakukan sterilisasi pada semua alat dan limbah sebelum dibuang.

11. Simbol Bahaya Radiasi (Radioactive)

[Gambar: Simbol baling-baling tiga bilah berwarna hitam dengan latar kuning]

  • Pengertian: Menunjukkan adanya bahan atau sumber yang memancarkan radiasi pengion. Paparan radiasi ini dapat merusak sel dan DNA, menyebabkan penyakit serius.
  • Contoh: Kobalt-60, Uranium.
  • Tindakan Pencegahan: Batasi waktu paparan, jaga jarak aman, dan gunakan perisai (shielding) yang sesuai. Akses ke area ini sangat terbatas dan diawasi.

12. Simbol Bahaya Tegangan Tinggi (High Voltage)

[Gambar: Simbol petir berwarna hitam dengan latar kuning atau dalam segitiga]

  • Pengertian: Memberi peringatan adanya peralatan atau area dengan listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan sengatan listrik fatal.
  • Contoh: Power supply, elektroforesis, panel listrik.
  • Tindakan Pencegahan: Jangan menyentuh peralatan dengan tangan basah. Pastikan semua kabel terisolasi dengan baik dan ikuti prosedur pengoperasian alat yang aman.

Kesimpulan

Mengenali dan memahami simbol simbol keselamatan kerja di laboratorium adalah keterampilan yang tidak bisa ditawar. Setiap simbol adalah ringkasan dari potensi bahaya dan panduan untuk tindakan pencegahan yang harus diambil. Mereka adalah penjaga diam yang melindungi peneliti, mahasiswa, dan teknisi dari risiko yang tak terlihat.

Dengan menjadikan pemahaman terhadap simbol-simbol ini sebagai prioritas, kita tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. Ingatlah selalu, keselamatan di laboratorium dimulai dari pengetahuan, dan pengetahuan pertama yang harus dikuasai adalah bahasa visual dari simbol-simbol bahaya ini.

Tinggalkan komentar