Bahan peredam suara yang digunakan di dinding di dinding bioskop adalah

Bahan peredam suara yang digunakan di dinding di dinding bioskop adalah

Jawaban 1 :

Peredam suara yang umum digunakan di dinding bioskop adalah bahan-bahan akustik seperti:

Busa akustik: Memiliki pori-pori yang menyerap suara, mengurangi gema dan echo.
Mineral wool: Bahan serat mineral yang efektif meredam suara frekuensi rendah.
Panel akustik: Panel dekoratif yang terbuat dari bahan penyerap suara.
Gypsum board: Papan gipsum yang dilapisi bahan peredam suara.

Dijawab Oleh :

Ahmad Hidayat, S. Pd.

Jawaban 2 :

Busa akustik: Memiliki pori-pori yang menyerap suara, mengurangi gema dan echo.
Mineral wool: Bahan serat mineral yang efektif meredam suara frekuensi rendah.
Panel akustik: Panel dekoratif yang terbuat dari bahan penyerap suara.
Gypsum board: Papan gipsum yang dilapisi bahan peredam suara.

Dijawab Oleh :

Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.

Penjelasan :

Memahami Dua Fungsi Utama Dinding Akustik Bioskop

Sebelum membahas materialnya, penting untuk memahami dua konsep fundamental dalam akustik ruangan: isolasi suara (soundproofing) dan perlakuan akustik (acoustic treatment). Dinding bioskop dirancang untuk melakukan keduanya secara efektif.

Isolasi suara bertujuan untuk mencegah suara masuk atau keluar dari sebuah ruangan. Dalam konteks bioskop, ini berarti suara ledakan dari film action di Studio 1 tidak akan terdengar di Studio 2 yang sedang memutar film drama. Sebaliknya, suara penonton dari lobi atau bising dari luar gedung juga tidak akan mengganggu pengalaman menonton Anda.

Sementara itu, perlakuan akustik berfokus pada kualitas suara di dalam ruangan. Tujuannya adalah untuk mengontrol gema (reverb) dan pantulan suara agar dialog terdengar jelas dan setiap efek suara terdengar detail. Tanpa perlakuan akustik yang baik, suara akan memantul liar di dinding yang keras, menciptakan kekacauan audio yang tidak nyaman didengar.

Baca Juga:  Game TTS Pintar 2019. Pertanyaan : Taman laut di Sulawesi Utara. Jawabannya 7 huruf. Kira kira apa yah ?

Mengenal Bahan Peredam Suara yang Digunakan di Dinding-Dinding Bioskop

Jadi, bahan peredam suara yang digunakan di dinding-dinding bioskop adalah sebuah kombinasi cerdas dari beberapa material yang masing-masing memiliki fungsi spesifik. Material ini dikelompokkan berdasarkan perannya dalam isolasi suara atau perlakuan akustik.

Bahan untuk Isolasi Suara (Soundproofing)

Material ini biasanya berat, padat, dan dipasang di dalam konstruksi dinding yang tidak terlihat oleh penonton. Tujuannya adalah menambah massa dan memutus getaran suara.

  • Papan Gipsum (Drywall): Papan gipsum adalah lapisan dasar. Bioskop tidak menggunakan satu lapis, melainkan dua atau bahkan tiga lapis papan gipsum untuk menambah massa dinding. Semakin berat dan padat sebuah dinding, semakin sulit getaran suara menembusnya.
  • Green Glue Noiseproofing Compound: Ini adalah material peredam suara berbentuk gel kental yang diaplikasikan di antara dua lapisan papan gipsum. Saat gelombang suara mengenai dinding, Green Glue mengubah energi getaran tersebut menjadi panas dalam jumlah kecil, secara efektif meredam suara yang mencoba melewatinya.
  • Rockwool atau Mineral Wool: Di dalam rongga rangka dinding, disisipkan material tebal seperti wol yang disebut Rockwool. Material ini berfungsi untuk menyerap suara dan mencegah resonansi di dalam rongga dinding, sekaligus berfungsi sebagai insulasi termal.
  • Mass Loaded Vinyl (MLV): MLV adalah lembaran vinil yang sangat padat dan fleksibel. Material ini sering ditambahkan ke dalam lapisan dinding untuk memberikan massa tambahan dengan ketebalan yang minimal, sangat efektif untuk memblokir frekuensi suara rendah.

Bahan untuk Perlakuan Akustik (Acoustic Treatment)

Lapisan ini adalah yang biasa kita lihat di dalam bioskop. Tampilannya sering kali lembut dan bertekstur, dirancang untuk menyerap pantulan suara.

  • Panel Akustik (Acoustic Panels): Ini adalah “otak” dari perlakuan akustik. Panel ini terbuat dari bahan penyerap suara seperti busa akustik padat atau fiberglass yang dibungkus dengan kain. Panel-panel ini dipasang secara strategis di dinding untuk menyerap gelombang suara, terutama pada titik-titik pantulan pertama.
  • Kain Akustik (Acoustic Fabric): Dinding bioskop sering kali dilapisi dengan kain khusus. Kain ini bersifat acoustically transparent, artinya ia tidak memantulkan suara, melainkan membiarkan suara menembusnya untuk diserap oleh panel akustik di baliknya. Kain ini juga memberikan sentuhan estetika yang rapi dan mewah.
  • Bass Traps: Untuk mengontrol frekuensi rendah (suara bass) yang cenderung menumpuk di sudut-sudut ruangan, dipasang perangkat khusus bernama Bass Traps. Ini adalah panel penyerap yang lebih tebal dan padat yang ditempatkan di sudut-sudut dinding atau pertemuan dinding dengan langit-langit.
Baca Juga:  Perbandingan dua hal yang berbeda, tetapi masih memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari kedua hal yang dibandingkan. Dua hal yang dibandingkan tersebut berbeda, tetapi memiliki banyak persamaan. Berdasarkan banyak kesamaan tersebut, ditariklah suatu kesimpulan. Merupakan pengertian penarikan kesimpulan secara…

Struktur Dinding Berlapis: Kunci Utama Peredaman

Rahasia keefektifan peredaman suara di bioskop terletak pada cara material-material tersebut digabungkan. Bahan peredam suara yang digunakan di dinding-dinding bioskop adalah bukan sekadar tempelan, melainkan sebuah sistem konstruksi berlapis yang rumit.

Struktur tipikalnya adalah: rangka dinding, rongga yang diisi Rockwool, lapisan pertama papan gipsum, lapisan Green Glue, lapisan kedua papan gipsum, lalu di bagian luar dipasang panel akustik yang ditutup dengan kain akustik. Kombinasi ini menciptakan dinding yang masif, kedap, dan penyerap gema.

Proses Instalasi dan Kombinasi Material

Memahami cara material-material ini dipasang memberikan gambaran yang lebih jelas tentang mengapa akustik bioskop begitu superior. Prosesnya melibatkan teknik konstruksi yang presisi.

Konstruksi ‘Room Within a Room’

Banyak bioskop modern menggunakan metode konstruksi yang disebut “Room Within a Room” atau ruang di dalam ruang. Artinya, dinding auditorium bagian dalam dibangun terpisah dari struktur utama bangunan dengan menyisakan celah udara (air gap).

Teknik ini disebut decoupling atau pemisahan. Dengan memisahkan struktur dinding dalam, getaran suara dari luar gedung atau studio sebelah akan sangat sulit merambat ke dalam auditorium, karena getaran tersebut terputus oleh celah udara. Ini adalah level tertinggi dari isolasi suara.

Lapisan Material di Permukaan Dinding

Setelah struktur inti dinding selesai, pengerjaan berlanjut ke permukaan interior yang menentukan kualitas suara di dalam ruangan.

Pemasangan Panel Penyerap Suara

Para ahli akustik akan menghitung titik-titik pantulan utama di dinding (first reflection points). Di titik-titik inilah panel akustik dipasang untuk “menangkap” gema sebelum sampai ke telinga penonton, sehingga suara yang terdengar adalah suara langsung dari speaker.

Finishing dengan Kain Akustik

Seluruh permukaan dinding yang telah dipasangi panel akustik kemudian ditutup rapi menggunakan sistem rangka khusus dan dilapisi kain akustik. Ini memberikan tampilan yang mulus dan seragam, menyembunyikan semua panel dan material di baliknya sambil tetap membiarkannya berfungsi secara maksimal.

Baca Juga:  Manfaat Taman di Rumah

Lebih dari Sekadar Dinding: Elemen Akustik Pendukung Lainnya

Meskipun dinding memegang peran utama, kesempurnaan audio bioskop juga didukung oleh elemen lain di dalam ruangan.

  • Lantai: Lantai bioskop hampir selalu dilapisi karpet tebal. Karpet berfungsi sebagai penyerap suara yang sangat baik, mengurangi pantulan suara dari lantai.
  • Pintu: Pintu masuk auditorium adalah pintu akustik khusus yang sangat berat, tebal, dan dilengkapi segel karet di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada celah bagi suara untuk bocor.
  • Langit-langit (Plafon): Sama seperti dinding, langit-langit juga diberi perlakuan akustik dengan panel penyerap atau material gantung untuk mencegah gema vertikal.
  • Kursi: Bahkan kursi penonton pun dirancang dengan kain penyerap suara sehingga akustik ruangan tetap konsisten, baik saat bioskop penuh maupun kosong.

Kesimpulan

Pada akhirnya, jawaban atas “apa bahan peredam suara yang digunakan di dinding-dinding bioskop adalah?” jauh lebih kompleks dari sekadar busa atau karpet. Ia adalah sebuah sistem canggih yang memadukan prinsip fisika dan ilmu material untuk menciptakan lingkungan audio yang terkontrol sempurna.

Mulai dari lapisan gipsum ganda dengan Green Glue, isian Rockwool di dalam rongga, hingga panel akustik yang tersembunyi di balik kain mewah, setiap elemen bekerja sama untuk mengisolasi kebisingan dan memurnikan suara. Jadi, saat Anda kembali menikmati film di bioskop, ingatlah bahwa dinding di sekitar Anda adalah sebuah mahakarya rekayasa akustik yang dirancang untuk membawa Anda sepenuhnya masuk ke dalam dunia film.

Tinggalkan komentar