Selat Bering terdapat di sebelah barat wilayah Alaska Selat Bering membatasi dua benua di dunia yaitu

Selat Bering terdapat di sebelah barat wilayah Alaska Selat Bering membatasi dua benua di dunia yaitu

Jawaban 1 : 

Selat Bering terdapat di sebelah barat wilayah Alaska Selat Bering membatasi dua benua di dunia yaitu Benua Asia dan Benua Amerika

Penjelasan :

Selat Bering merupakan sebuah selat yang berada di semenanjung Dezhnez, Rusia dan semenanjung pangeran wales, Alaska dengan tiitk paling barat berada pada wilayah benua Amerika. Selat ini memmpunayi lebar kurang lebuh 85 km dengan kedalamannya30-50 m yang menghubungkan Laut Chukchi (yang merupakan bagian dari Laut Arktik) di sebelah utara dengan laut bering (bagian dari wilayah Samudera Pasifik) di wilayah selatan. Selat ini dinamakan Vutus Bering, seorang penjelajah dari Rusia keturunan Denmark yang menyebrangi selat ini pada tahun 1728.

Dijawab Oleh : 

Zulkarnaen K, S. Pd. M.Pd.

Jawaban 2 : 

elat Bering terdapat di sebelah barat wilayah Alaska Selat Bering membatasi dua benua di dunia yaitu Benua Asia dan Benua Amerika

Dijawab Oleh : 

Yuyun Yulianti, S. Pd.

Penjelasan :

Memahami Selat Bering: Pemisah Dua Dunia

Selat Bering adalah sebuah selat yang menghubungkan Samudra Arktik (melalui Laut Chukchi) di utara dengan Samudra Pasifik (melalui Laut Bering) di selatan. Secara geografis, selat ini terletak di antara titik paling timur benua Asia, yaitu Tanjung Dezhnev di Semenanjung Chukotka, Rusia, dengan titik paling barat dari benua Amerika Utara, yaitu Tanjung Prince of Wales di Alaska, Amerika Serikat.

Baca Juga:  15. Gerakan bawah tanah yang dilakukan Bani Abbas dipimpin oleh....

Lebar selat ini pada titik tersempitnya hanya sekitar 82 kilometer (51 mil), dengan kedalaman yang bervariasi antara 30 hingga 50 meter. Meskipun terkesan tidak terlalu lebar untuk skala global, jalur air yang kita kenal sebagai laut diantara rusia dan alaska ini secara fundamental membatasi dua benua di dunia, yaitu Asia dan Amerika Utara. Perannya sebagai pemisah benua inilah yang menjadikannya salah satu fitur geografis paling signifikan di planet ini.

Batas Geografis dan Politik yang Unik

Fungsi Selat Bering tidak hanya sebatas pemisah daratan. Ia juga merupakan perbatasan politik, budaya, dan bahkan waktu yang sangat unik. Di tengah dinginnya perairan Arktik, selat ini menjadi garis demarkasi yang jelas antara dua kekuatan dunia.

Pemisah Benua Asia dan Amerika Utara

Selat Bering secara definitif adalah batas air yang memisahkan benua Asia dan Amerika Utara. Di sisi barat, Semenanjung Chukotka di Rusia adalah bagian dari daratan Asia yang luas. Sementara itu, di sisi timur, Semenanjung Seward di Alaska merupakan bagian dari benua Amerika Utara. Fenomena ini menjadikan selat tersebut sebagai koridor maritim yang membelah dua massa daratan terbesar di dunia.

Kepulauan Diomede: Jembatan Waktu di Tengah Selat

Keunikan Selat Bering semakin dipertegas dengan keberadaan Kepulauan Diomede. Gugusan pulau kecil ini terletak tepat di tengah-tengah selat dan terdiri dari dua pulau utama:

  • Diomede Besar (Big Diomede): Milik Rusia dan dikenal juga sebagai Pulau Ratmanov.
  • Diomede Kecil (Little Diomede): Milik Amerika Serikat.

Kedua pulau ini hanya berjarak sekitar 3,8 kilometer satu sama lain, namun dipisahkan oleh Garis Penanggalan Internasional (International Date Line). Akibatnya, Diomede Besar memiliki zona waktu yang 21 jam lebih cepat daripada Diomede Kecil. Hal ini membuat mereka dijuluki “Tomorrow Island” (Pulau Besok) dan “Yesterday Island” (Pulau Kemarin), sebuah anomali waktu yang luar biasa.

Baca Juga:  Apa yang dimaksud dengan erosi

Garis Batas Maritim Rusia-Amerika Serikat

Selain Garis Penanggalan Internasional, perairan di Selat Bering juga menjadi lokasi perbatasan maritim resmi antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat. Perjanjian batas maritim ini ditandatangani pada tahun 1990 dan menjadi penanda kedaulatan kedua negara di kawasan Arktik yang strategis ini.

Sejarah Panjang Jembatan Darat Beringia

Jauh sebelum menjadi selat seperti sekarang, kawasan ini memiliki peran yang sangat krusial dalam sejarah penyebaran manusia. Pada Zaman Es, wilayah yang kini menjadi laut diantara rusia dan alaska ini adalah sebuah jembatan darat yang masif.

Koridor Migrasi Manusia Purba

Selama periode glasial terakhir, permukaan air laut global turun drastis karena sebagian besar air di bumi membeku menjadi lapisan es raksasa. Penurunan ini mengekspos dasar laut di antara Siberia dan Alaska, menciptakan sebuah jembatan darat yang dikenal oleh para ilmuwan sebagai Beringia atau Jembatan Darat Bering.

Jembatan darat inilah yang diyakini menjadi rute utama migrasi manusia purba dari Asia ke Amerika sekitar 15.000 hingga 20.000 tahun yang lalu. Para pemburu-pengumpul ini mengikuti kawanan hewan buruan seperti mamut dan bison melintasi Beringia, dan secara bertahap menyebar ke seluruh benua Amerika, menjadi nenek moyang dari seluruh populasi asli Amerika.

Dari Penjualan Alaska hingga Era Modern

Sejarah modern Selat Bering ditandai oleh eksplorasi dan dinamika politik. Selat ini dinamai sesuai nama Vitus Bering, seorang navigator Denmark yang bekerja untuk Angkatan Laut Rusia dan menjelajahi wilayah ini pada tahun 1728.

Pembelian Alaska (Seward’s Folly)

Pada tahun 1867, Kekaisaran Rusia menjual wilayah Alaska kepada Amerika Serikat dalam sebuah transaksi yang dikenal sebagai Pembelian Alaska. Peristiwa ini secara resmi menetapkan Selat Bering sebagai perbatasan antara kedua negara dan mengubah peta politik di kawasan utara secara permanen.

Baca Juga:  Batu marmer terjadi karena

“Tirai Es” Selama Perang Dingin

Selama era Perang Dingin, Selat Bering menjadi perbatasan yang sangat termiliterisasi dan dijuluki sebagai “Tirai Es” (Ice Curtain), sebagai padanan Arktik dari “Tirai Besi” di Eropa. Kontak antara penduduk asli di kedua sisi perbatasan—yang sebenarnya memiliki hubungan kekerabatan—terputus total karena ketegangan politik antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Pentingnya Selat Bering di Abad ke-21

Saat ini, Selat Bering kembali menjadi sorotan dunia karena berbagai alasan strategis, mulai dari ekonomi, ekologi, hingga perubahan iklim. Pentingnya laut diantara rusia dan alaska ini semakin meningkat seiring dengan mencairnya es di Kutub Utara.

Perubahan iklim telah membuka potensi jalur pelayaran baru melalui Samudra Arktik, seperti Rute Laut Utara (Northern Sea Route), yang secara signifikan dapat mempersingkat waktu tempuh antara Asia dan Eropa. Selat Bering adalah gerbang masuk dan keluar yang krusial untuk rute ini, menjadikannya titik vital bagi perdagangan global di masa depan.

Secara ekologis, selat ini adalah koridor migrasi penting bagi banyak spesies laut, termasuk paus abu-abu, paus beluga, walrus, dan berbagai jenis anjing laut. Ekosistem yang kaya ini sangat rentan terhadap peningkatan lalu lintas kapal dan dampak perubahan iklim, menjadikannya fokus utama bagi para ilmuwan konservasi.

Kesimpulan

Selat Bering adalah jauh lebih dari sekadar perairan yang terletak di sebelah barat Alaska. Ia adalah batas fisik yang memisahkan dua benua terbesar di dunia, Asia dan Amerika Utara. Sebagai perbatasan politik, ia memisahkan dua negara adidaya, Rusia dan Amerika Serikat, dengan segala kompleksitas sejarah dan geopolitiknya. Pada intinya, laut diantara rusia dan alaska ini adalah jembatan sejarah yang memungkinkan manusia pertama kali menjejakkan kaki di benua Amerika, sekaligus menjadi saksi bisu dinamika Perang Dingin.

Kini, di tengah perubahan iklim global, Selat Bering bertransformasi menjadi arena baru bagi kepentingan ekonomi dan lingkungan. Perannya sebagai pemisah sekaligus penghubung akan terus membentuk nasib kawasan Arktik dan dunia secara keseluruhan di tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan komentar