Hal yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa adalah
A. pembelian jasa
B. penjualan barang dagang
C. penyusutan aktiva
D. pembelian peralatan
E. penjualan peralatan​
Jawaban 1 :Â
B. penjualan barang dagang
Penjelasan:
Perusahaan dagang memperoleh produk persediaan dari supplier yang berbentuk bahan jadi untuk dijual kembali. Sedangkan, perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang untuk dipasarkan.
Dijawab Oleh :Â
Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.
Jawaban 2 :Â
B. penjualan barang dagang
Dijawab Oleh :Â
Ahmad Hidayat, S. Pd.
Penjelasan :
Memahami Definisi Dasar: Perusahaan Dagang vs. Perusahaan Jasa
Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami definisi dari masing-masing jenis perusahaan. Perbedaan paling mendasar berawal dari definisi dan ruang lingkup kegiatan usaha mereka.
Apa Itu Perusahaan Dagang?
Perusahaan dagang adalah jenis perusahaan yang kegiatan utamanya adalah membeli barang dari pemasok dan menjualnya kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk barang tersebut. Fokus utama mereka adalah pada aktivitas jual-beli produk fisik.
Tujuan dari perusahaan dagang adalah memperoleh keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga beli. Contohnya sangat mudah kita temukan, seperti toko kelontong, supermarket, distributor, atau dealer kendaraan. Mereka tidak memproduksi barang, melainkan hanya menjadi perantara antara produsen dan konsumen akhir.
Apa Itu Perusahaan Jasa?
Di sisi lain, perusahaan jasa adalah perusahaan yang menawarkan produk yang tidak berwujud (intangible). Produk yang mereka jual adalah layanan, keahlian, atau keterampilan yang memberikan manfaat bagi konsumen.
Perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang fisik untuk dijual. Pendapatan mereka berasal dari honorarium atau biaya yang dibayarkan atas layanan yang telah diberikan. Contohnya antara lain kantor akuntan publik, salon kecantikan, bengkel perbaikan, atau perusahaan konsultan IT.
Penjualan Barang Dagang: Pembeda Utama yang Paling Mendasar
Dari beberapa pilihan yang ada, penjualan barang dagang adalah jawaban yang paling tepat dan fundamental. Aktivitas inilah yang menjadi jantung operasi perusahaan dagang dan tidak ditemukan dalam perusahaan jasa. Mari kita uraikan mengapa aspek ini menjadi pembeda utama.
Wujud Produk: Fisik vs. Non-Fisik
Hal yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa adalah wujud dari produk yang dijual. Perusahaan dagang menjual produk fisik (tangible), yaitu barang yang dapat dilihat, disentuh, dan memiliki bentuk fisik yang jelas. Ketika Anda membeli sebuah buku di toko, Anda membawa pulang produk fisik.
Sebaliknya, perusahaan jasa menjual produk tidak berwujud (intangible). Anda tidak bisa menyentuh atau menyimpan nasihat hukum dari seorang pengacara. Anda hanya bisa merasakan manfaat dari layanan yang diberikan.
Konsep Kepemilikan yang Berpindah
Aktivitas penjualan barang dagang selalu melibatkan perpindahan hak kepemilikan. Saat sebuah toko menjual televisi kepada pelanggan, hak kepemilikan televisi tersebut berpindah dari toko kepada pelanggan.
Pada perusahaan jasa, tidak ada perpindahan kepemilikan seperti ini. Ketika Anda menggunakan jasa potong rambut, Anda membayar untuk keahlian dan waktu si penata rambut. Anda tidak “memiliki” keahlian tersebut setelah layanan selesai.
Peran Persediaan (Inventory)
Karena perusahaan dagang menjual barang fisik, mereka harus mengelola persediaan barang dagang (inventory). Ini adalah salah satu akun paling penting dalam laporan keuangan mereka dan memerlukan manajemen yang cermat, mulai dari pembelian, penyimpanan, hingga penjualan.
Perusahaan jasa, pada dasarnya, tidak memiliki persediaan barang dagang. “Persediaan” mereka adalah waktu dan keahlian tenaga kerja yang siap untuk memberikan layanan. Inilah salah satu poin krusial di mana hal yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa adalah terlihat sangat jelas dalam operasional harian.
Menganalisis Pilihan Lain: Mengapa Opsi Lain Kurang Tepat?
Untuk memperkuat pemahaman, mari kita analisis mengapa pilihan lain seperti pembelian jasa, penyusutan aktiva, dan pembelian atau penjualan peralatan bukanlah pembeda utama.
Pembelian Jasa dan Peralatan
Baik perusahaan dagang maupun perusahaan jasa sama-sama bisa melakukan pembelian jasa dan pembelian peralatan. Keduanya merupakan aktivitas pendukung yang umum terjadi di hampir semua jenis bisnis.
- Pembelian Peralatan: Sebuah supermarket (dagang) perlu membeli rak display dan mesin kasir. Sebuah salon (jasa) perlu membeli kursi, cermin, dan alat pengering rambut.
- Pembelian Jasa: Supermarket mungkin menyewa jasa kebersihan atau jasa akuntan. Firma hukum (jasa) mungkin menyewa jasa perbaikan AC atau jasa IT.
Penyusutan Aktiva dan Penjualan Peralatan
Aktivitas akuntansi dan operasional ini juga tidak eksklusif untuk salah satu jenis perusahaan.
Penyusutan Aktiva
Penyusutan aktiva atau depresiasi adalah proses alokasi biaya perolehan aset tetap selama masa manfaatnya. Selama sebuah perusahaan, baik dagang maupun jasa, memiliki aset tetap seperti gedung, kendaraan, atau peralatan, maka mereka akan mencatat beban penyusutan. Ini adalah prinsip akuntansi umum, bukan pembeda.
Penjualan Peralatan
Sama halnya dengan pembelian, penjualan peralatan juga bisa dilakukan oleh kedua jenis perusahaan. Jika sebuah perusahaan dagang meng-upgrade sistem kasirnya, ia akan menjual sistem yang lama. Begitu pula jika sebuah bengkel (jasa) mengganti mesin-mesin tuanya.
Implikasi Perbedaan pada Laporan Keuangan
Perbedaan fundamental antara penjualan barang dan penyediaan jasa tercermin jelas dalam laporan keuangan, terutama pada Laporan Laba Rugi.
Perusahaan dagang memiliki komponen khas yang disebut Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Goods Sold (COGS). HPP mencakup semua biaya yang terkait langsung dengan perolehan barang yang dijual. Laba kotor dihitung dengan mengurangkan HPP dari pendapatan penjualan. Di neraca, mereka juga memiliki akun Persediaan Barang Dagang.
Sementara itu, perusahaan jasa tidak memiliki HPP dengan struktur yang sama. Mereka mungkin memiliki Beban Pokok Jasa atau Cost of Services Rendered, yang isinya adalah biaya tenaga kerja langsung dan biaya lain yang terkait langsung dengan pemberian layanan. Mereka juga tidak memiliki akun persediaan barang dagang yang signifikan di neracanya.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis mendalam di atas, dapat disimpulkan dengan tegas bahwa hal yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa adalah aktivitas inti berupa penjualan barang dagang. Aktivitas ini secara fundamental membentuk model bisnis, struktur operasional, dan laporan keuangan perusahaan dagang, yang mencakup adanya produk fisik, perpindahan kepemilikan, serta manajemen persediaan dan Harga Pokok Penjualan (HPP).
Sementara aktivitas lain seperti pembelian peralatan, penyusutan aktiva, atau bahkan pembelian jasa merupakan kegiatan pendukung yang dapat ditemukan di kedua jenis perusahaan, penjualan barang dagang adalah ciri khas yang secara eksklusif mendefinisikan esensi dari sebuah perusahaan dagang. Memahami perbedaan ini adalah langkah pertama yang krusial bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia bisnis, akuntansi, atau keuangan.