Sebuah motor listrik 3 phase dengan daya 25 KW, tegangan 380 V dan faktor daya 0,8.
Ukuran pengaman arus yang digunakan pada motor tersebut adalah ….
A. 45,48 A
B. 46,48 A
C. 47,48 A
D. 48,48 A
E. 49,48 A
Yang Pro listrik masuk pak eko !!
Jawaban 1 :Â
Diketahui :
Motor 3 phase
P = 25 KW = 25 x 1.000 = 25.000 watt
V = 380 v
Cos phi = 0,8
Dit@nya : Arus listrik?
Penyelesaian :
I = P / ( V . akar 3 . Cos phi )
I = 25.000 / ( 380 . 1,732 . 0,8 )
I = 25.000 / 526,528
I = 47,48 A
Jadi, Jawabannya C
Dijawab Oleh :Â
Ahmad Hidayat, S. Pd.
Jawaban 2 :Â
I = P / ( V . akar 3 . Cos phi )
I = 25.000 / ( 380 . 1,732 . 0,8 )
I = 25.000 / 526,528
I = 47,48 A
Jadi, Jawabannya C
Dijawab Oleh :Â
Dedi Setiadi, S. Pd. M.Pd.
Penjelasan :
Memahami Konsep Dasar Listrik 3 Phase
Sebelum masuk ke rumus dan perhitungan, penting untuk memahami apa itu listrik 3 phase dan mengapa ini menjadi andalan di dunia industri. Berbeda dengan listrik 1 phase yang umum di rumah kita (biasanya memiliki dua kabel: fasa dan netral), listrik 3 phase menggunakan setidaknya tiga kabel fasa (R, S, T) dan sering kali satu kabel netral (N).
Kelebihan utama sistem 3 phase adalah kemampuannya menyalurkan daya listrik yang jauh lebih besar, stabil, dan efisien. Inilah mengapa mesin-mesin dengan kebutuhan daya tinggi, seperti motor induksi, pompa industri, dan kompresor, hampir selalu menggunakan sistem 3 phase. Aliran dayanya yang konstan membuat putaran motor lebih halus dan bertenaga.
Mengupas Tuntas Rumus Daya Listrik 3 Phase
Pertanyaan listrik 3 phase berapa watt tidak memiliki jawaban tunggal, karena besaran dayanya (Watt) sangat bergantung pada komponen-komponen lain dalam sistem. Untuk menghitungnya, kita perlu memahami beberapa variabel kunci dan bagaimana mereka saling berhubungan dalam sebuah rumus.
Komponen Kunci dalam Perhitungan
Untuk memahami daya pada sistem 3 phase, kita harus mengenal “aktor-aktor” utamanya:
- Daya (P): Diukur dalam Watt (W) atau Kilowatt (KW). Ini adalah daya nyata atau daya aktif yang benar-benar diubah menjadi kerja oleh perangkat, misalnya menjadi tenaga putar pada motor. (1 KW = 1000 Watt).
- Tegangan (V): Diukur dalam Volt (V). Ini adalah “tekanan” listrik. Pada sistem 3 phase di Indonesia, tegangan antar-fasa yang umum digunakan adalah 380 V.
- Arus (I): Diukur dalam Ampere (A). Ini adalah “aliran” listrik yang mengalir dalam kabel. Nilai inilah yang menjadi dasar penentuan ukuran kabel dan pengaman (MCB/sekring).
- Faktor Daya (Cos φ): Sebuah nilai tanpa satuan (antara 0 hingga 1) yang menunjukkan seberapa efisien daya listrik digunakan. Semakin mendekati 1, semakin efisien. Untuk beban motor, nilai 0,8 adalah angka yang umum digunakan.
- Akar 3 (√3): Konstanta matematika (sekitar 1,732) yang selalu muncul dalam perhitungan daya listrik 3 phase karena sifat gelombang listriknya yang terpisah 120 derajat satu sama lain.
Rumus Utama Daya Listrik 3 Phase
Dengan mengenal semua komponen di atas, kita dapat menggunakan rumus universal untuk menghitung daya dalam sistem 3 phase:
P = √3 × V × I × Cos φ
Di mana:
- P = Daya (Watt)
- √3 = Konstanta (1,732)
- V = Tegangan antar-fasa (Volt)
- I = Arus (Ampere)
- Cos φ = Faktor Daya
Jadi, Listrik 3 Phase Berapa Watt?
Dengan rumus di atas, kita bisa menjawab pertanyaan ini. Besaran watt sebuah sistem 3 phase adalah hasil perkalian dari semua komponen tersebut.
Sebagai contoh, jika sebuah mesin 3 phase bekerja pada tegangan 380V, menarik arus 20A, dengan faktor daya 0,85, maka dayanya adalah:
P = 1,732 × 380 V × 20 A × 0,85
P = 11.189 Watt atau sekitar 11,2 KW.
Studi Kasus: Menghitung Pengaman Arus Motor 25 KW
Sekarang, mari kita pecahkan teka-teki di awal artikel. Kita akan mencari ukuran pengaman arus yang tepat untuk motor listrik dengan spesifikasi berikut:
- Daya (P) = 25 KW = 25.000 Watt
- Tegangan (V) = 380 V
- Faktor Daya (Cos φ) = 0,8
Tujuan kita adalah menemukan Arus (I) nominal yang ditarik oleh motor tersebut saat beroperasi pada beban penuh.
Langkah-langkah Perhitungan Arus (I nominal)
Kita akan menggunakan rumus daya yang sama, tetapi kali ini kita memodifikasinya untuk mencari Arus (I).
Rumus Awal: P = √3 × V × I × Cos φ
Rumus untuk mencari Arus (I): I = P / (√3 × V × Cos φ)
Sekarang, mari kita masukkan angka-angkanya:
- Masukkan nilai yang diketahui:
I = 25.000 / (1,732 × 380 × 0,8) - Kalkulasikan bagian penyebut (pembagi):
1,732 × 380 × 0,8 = 526,528 - Lakukan pembagian akhir:
I = 25.000 / 526,528
I = 47,4809 A
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa arus nominal (full load current) motor tersebut adalah 47,48 A.
Menentukan Pilihan Jawaban yang Tepat
Setelah mendapatkan hasil perhitungan, mari kita lihat kembali pilihan jawaban yang tersedia:
A. 45,48 A
B. 46,48 A
C. 47,48 A
D. 48,48 A
E. 49,48 A
Hasil perhitungan kita, 47,48 A, cocok persis dengan pilihan C.
Pentingnya Arus Nominal
Nilai arus nominal ini adalah dasar dari segalanya. Ini adalah arus yang akan ditarik motor secara terus-menerus saat bekerja pada kapasitas penuh. Ukuran kabel dan komponen proteksi harus dirancang berdasarkan nilai ini.
Bagaimana dengan Ukuran Pengaman (MCB)?
Pertanyaan tersebut menanyakan “ukuran pengaman arus”. Dalam praktiknya, MCB (Miniature Circuit Breaker) atau sekring yang dipilih harus sedikit lebih tinggi dari arus nominal untuk mengakomodasi lonjakan arus sesaat ketika motor pertama kali dinyalakan (inrush current). Aturan praktisnya adalah sekitar 125% dari arus nominal.
- Ukuran MCB ideal = 47,48 A × 1,25 = 59,35 A
Karena tidak ada MCB dengan ukuran persis 59,35 A, maka di pasaran kita akan memilih ukuran standar terdekat di atasnya, yaitu 63 A. Namun, karena pertanyaan dan pilihan jawaban yang diberikan sangat presisi, jelas bahwa yang diuji adalah kemampuan untuk menghitung arus nominal (I) itu sendiri, yang menjadi dasar penentuan pengaman.
Faktor Lain yang Perlu Dipertimbangkan
Dalam aplikasi dunia nyata, ada beberapa faktor tambahan yang bisa memengaruhi perhitungan dan pemilihan komponen:
- Efisiensi Motor (η): Tidak semua daya listrik (input) diubah menjadi daya mekanik (output). Sebagian kecil hilang menjadi panas. Efisiensi motor (misalnya 90% atau 0,9) sering dimasukkan dalam perhitungan yang lebih akurat, terutama jika 25 KW adalah daya output mekanisnya.
- Kualitas Jaringan Listrik: Tegangan yang tidak stabil atau turun (voltage drop) dapat menyebabkan motor menarik arus yang lebih tinggi untuk mencapai daya yang sama, sehingga berisiko overheat.
- Jenis Pengaman: Untuk motor, disarankan menggunakan MCB Tipe C atau Tipe D yang memiliki toleransi lebih tinggi terhadap lonjakan arus start dibandingkan Tipe B yang umum untuk penerangan.
Kesimpulan
Menentukan komponen kelistrikan yang tepat, terutama untuk sistem 3 phase, bukanlah ilmu kira-kira. Semuanya berdasar pada perhitungan yang akurat untuk menjamin keamanan, efisiensi, dan keawetan perangkat.
Kita telah berhasil memecahkan studi kasus motor 25 KW, di mana perhitungan arus nominalnya menghasilkan 47,48 A (Jawaban C). Lebih dari itu, kini Anda memahami rumus di baliknya. Jadi, saat seseorang bertanya listrik 3 phase berapa watt, Anda bisa menjelaskan bahwa jawabannya bergantung pada tegangan, arus, dan faktor daya yang terhubung dalam rumus P = √3 × V × I × Cos φ. Menguasai formula ini adalah langkah pertama untuk menjadi “pro listrik” yang andal.